“TPNPB Organisasi Papua MerdekaKlaim Pelaku Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem”

JAYAWIJAYA,papuadeadline.com –

Ketegangan pasca-insiden penembakan di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Wamena, semakin memanas setelah Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, angkat bicara.

Dalam pernyataannya, Minggu (9/8/2026), Sebby membenarkan adanya aksi penembakan tersebut, namun dengan narasi yang penuh ancaman dan penolakan keras terhadap simbol-simbol negara.

Meski belum merilis kronologi detail karena masih menunggu laporan dari pasukan lapangan, Sebby Sambom secara eksplisit menyatakan bahwa insiden tersebut terkait dengan penolakan TPNPB terhadap perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.

Ia menegaskan bahwa FBLB yang digelar berdekatan dengan tanggal tersebut dianggap sebagai bagian dari rangkaian perayaan kolonial yang harus dihentikan.

“Kami tegaskan kepada seluruh rakyat Papua untuk tidak perlu merayakan 17 Agustus 1945. Karena orang Papua tidak pernah ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia,” tegas Sebby.

Pernyataan ini disertai dengan ancaman kekerasan yang sangat ekstrem. Sebby menyatakan bahwa siapa pun yang terlihat merayakan kemerdekaan atau mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Papua menjadi target sah bagi anggota TPNPB.

Hingga saat ini, aparat keamanan gabungan dari Polres Jayawijaya dan Brimob masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian. Polisi masih mengkategorikan pelaku sebagai Orang Tak Dikenal (OTK) dan terus mengumpulkan bukti serta keterangan saksi, termasuk dari para wisatawan asing yang sempat panik dan berlarian saat insiden terjadi.

Kabid Humas Polda Papua sebelumnya telah mengonfirmasi adanya dua korban luka tembak warga sipil, Laode Muhammad Kojo dan Salbiah, yang kini sedang dirawat di RSUD Wamena. Namun, klaim sepihak dari TPNPB yang menyamakan warga sipil dengan “agen” atau “peraya kemerdekaan” menambah kompleksitas penanganan kasus ini.

Ancaman terbuka dari Sebby Sambom ini dinilai dapat memicu ketakutan lebih luas di masyarakat Wamena, terutama menjelang puncak peringatan HUT RI ke-81. Aparat keamanan kini diperhadapkan pada tantangan ganda: mengusut tuntas tindak pidana penembakan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah retorika kekerasan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*