JAYAPURA,papuadeadline.com – RSUD Jayapura kembali mencatat terobosan dalam pelayanan kesehatan dengan berhasil melakukan tindakan Balloon Kyphoplasty menggunakan teknik Minimal Invasive Spine Surgery (MISS) berbantuan endoskopi robotik serta pencitraan canggih C-Arm atau fluoroskopi.
Plt Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey, mengatakan keberhasilan tindakan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan layanan operasi tulang belakang di Papua.
Kata dia, Teknologi tersebut memungkinkan tindakan dilakukan dengan metode yang lebih minimal dibandingkan operasi konvensional.
“Jka sebelumnya operasi tulang belakang dilakukan secara konvensional dengan sayatan yang relatif besar, melalui teknologi MISS dokter kini dapat melakukan tindakan melalui sayatan yang jauh lebih kecil,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan teknik minimal invasif ini dinilai memberikan sejumlah keunggulan bagi pasien. Selain meminimalkan trauma pada jaringan tubuh, metode tersebut juga memungkinkan proses pemulihan pasien berlangsung lebih cepat dibandingkan tindakan operasi konvensional.
“Dengan teknik operasi yang baru ini, pasien cukup satu sampai dua hari sudah bisa pulang,” kata dr. Andreas Pekey.
Tindakan operasi tersebut dilakukan oleh tim RSUD Jayapura dengan pendampingan dan supervisi dari tim RSUP Dr. Sardjito UGM Yogyakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga medis RSUD Jayapura dalam memberikan pelayanan bedah tulang belakang berteknologi tinggi.
Tim RSUD Jayapura dipimpin Dr. dr. Tommy Numberi, Sp.BS., FINS, bersama sejumlah dokter lainnya, di antaranya dr. Utien Samberi, Sp.An., serta tim dokter ortopedi dan tenaga medis terkait. Sementara dari RSUP Dr. Sardjito UGM Yogyakarta turut terlibat dr. Wirjawan, Sp.BS(K), SubSp-TB serta Dr. dr. Sudadi, Sp.An-TI, SubSp N.An(K), SubSp.An.R(K).
Katanya keberhasilan tindakan Balloon Kyphoplasty ini menjadi bagian dari upaya RSUD Jayapura meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan tulang belakang.
“Kehadiran teknologi tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat Papua untuk mendapatkan pelayanan operasi dengan teknologi modern tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah,” bebernya.
Dengan hadirnya layanan ini, RSUD Jayapura diharapkan tidak hanya semakin kuat sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Papua, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan operasi tulang belakang yang sebelumnya lebih banyak tersedia di rumah sakit besar di luar Papua.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa RSUD Jayapura mulai memperkuat layanan bedah tulang belakang berteknologi tinggi di Tanah Papua.
Pengembangan layanan dan peningkatan kompetensi tenaga medis diharapkan terus dilakukan sehingga masyarakat Papua dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin modern, aman, efektif, dan berkualitas.(***)

Be the first to comment