TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan 16-17 Agustus, Ancam ‘Revolusi Total’

JAYAPURA,papuadeadlien.com – Kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi penembakan yang terjadi di wilayah Papua pada tanggal 16 dan 17 Agustus 2026.

Melalui pernyataannya, kelompok tersebut menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari protokol tetap (protap) dan komando terpusat dari Markas Kodap I Tabi di Wanum.

Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom tersebut menyatakan bahwa seluruh pengontrolan terhadap 36 komando di tanah Papua diatur oleh manajemen pusat TPNPB-OPM.

“Penembakan tanggal 16-17 Agustus sudah merupakan protap dan komando. Kami mempertanggungjawabkan atas penembakan hari ini. Kalau mereka sudah laksanakan, berarti mereka sudah siap,” ujarnya.

Lambang Garuda

TPNPB  memberikan ultimatum bagi anggota TPNPB-OPM yang belum melakukan aksi penembakan. Mereka diminta untuk bersiap menghadapi apa yang disebut sebagai “revolusi total”.

Lebih jauh, kelompok ini menyerukan kepada masyarakat asli Papua, termasuk para Camat, Bupati, Gubernur, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meletakkan atau melepas lambang Garuda Pancasila. “Indonesia sudah cukup membina kami. Saatnya bergabung dengan Papua Merdeka,” tegas pernyataan tersebut.

Rencana Invasi ke Wilayah Perkotaan

Yang paling mengkhawatirkan, kelompok ini secara eksplisit mengancam akan memperluas target serangan ke wilayah-wilayah padat penduduk. Mereka menyatakan kesiapan untuk masuk ke kawasan perkotaan dan melakukan penembakan massal pada tahun depan.

“Aksi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang. Kami siap masuk kota dan melakukan penembakan, dan itu akan terjadi tahun depan,”tambahnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*