JAYAPURA,papuadeadline.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri berencana akan memindahkan Kantor Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, ke lokasi yang lebih representatif dan bebas dari risiko banjir.
Hal ini disampaikan Gubernur Fakhiri usai meninjau langsung kondisi Kantor Badan Pengelola Perbatasan yang terdampak banjir berulang di Kota Jayapura, Kamis (11/12/2025).
“Kondisi kantor saat ini sudah tidak layak karena sering terendam banjir. Apalagi tadi saya mendapat laporan sudah terjadi sebanyak 6 kali,” katanya.
Untuk lokasi, Gubernur menyampaikan jika sudah meminta instansi terkait untuk melihat aset-aset tanah milik Pemerintah Provinsi Papua, terutama yang ada di daerah Holtekamp maupun Koya.
“Saya sudah minta bagian perencanaan untuk melihat itu. Pokoknya lokasi yang layak dan bebas banjir,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, daerah Koya kemungkinan akan menjadi lokasi pertama mengingat jarak tempuh ke wilayah perbatasan Papua Nugini (PNG) lebih dekat.
Selain itu, apabila luas tanah yang menjadi aset pemerintah masih luas, akan juga dibangun rumah bagi pegawai Badan Pengelola Perbatasan.
“Ke depan kan ada bantuan perumahan yang akan dibangun. Mungkin beberapa unit bisa kami bangun di sana sehingga ada pegawai yang tinggal di kawasan kantor, dan bisa mengurus kantor,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, rencana pembangunan akan mulai dikerjakan tahun depan. “Rencana tahun depan perencanaan sudah jalan. Semoga bisa segera terealisasi,” katanya.
Usai meninjau Kantor Pengelolaan Perbatasan. Gubernur Matius Fakhiri berkesempatan meninjau lokasi longsor di Jalan Raya Pemda I Entrop, dan Jalan Ring Road Kota Jayapura, Papua. *

Be the first to comment