<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berdarah Arsip - papua deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/berdarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/berdarah/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 11:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>berdarah Arsip - papua deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/berdarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dogiyai Berdarah! Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak dan Pelajar Tewas Ditembak Militer, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ridwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 11:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=9826</guid>

					<description><![CDATA[<p>MALANG,papuadeadline.com &#8211; Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Se-Malang Raya bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Malang mengeluarkan pernyataan sikap keras mengecam pendekatan militer pemerintah di Tanah <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/" title="Dogiyai Berdarah! Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak dan Pelajar Tewas Ditembak Militer, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/">Dogiyai Berdarah! Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak dan Pelajar Tewas Ditembak Militer, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">papua deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG,papuadeadline.com &#8211; Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Se-Malang Raya bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Malang mengeluarkan pernyataan sikap keras mengecam pendekatan militer pemerintah di Tanah Papua.</p>
<p>Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5/2025), kelompok mahasiswa ini menyebut wilayah Papua terus diguyur operasi militer sejak Indonesia menduduki wilayah tersebut.</p>
<p>Mereka merujuk laporan Project Multatuli 2025 yang mencatat sebanyak 83.177 personel TNI dan Polri dikerahkan di Papua, terdiri dari 56.517 TNI dan 26.660 Polri. Akibatnya, puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi.</p>
<p>Kelompok aktivis menyoroti serangkaian insiden kekerasan yang terjadi sepanjang April–Mei 2026:</p>
<p>Dogiyai (31 Maret – 1 April 2026): Dilaporkan 8 warga sipil tewas, termasuk anak berusia 12 tahun.</p>
<p>Perbatasan Puncak Papua dan Puncak Jaya (13–15 April 2026): 15 warga sipil tewas, termasuk anak berusia 5 tahun.</p>
<p>Yahukimo (21 April 2026): ASN Yemis Yohame (35) tewas ditembak TNI.</p>
<p>Puncak Jaya (20 April 2026): Ony Enumbi (27) tewas ditembak Satgas Damai Cartenz.</p>
<p>Tembagapura, Mimika (7 Mei 2026): 5 warga sipil tewas, termasuk pelajar Narlince Wamang (17) dan seorang balita.</p>
<p>Mereka juga melaporkan adanya penangkapan, penyiksaan, dan pemenjaraan terhadap warga sipil di Tambrauw dan Maybrat sejak Maret 2026.</p>
<p>“Atas situasi tersebut, kami melihat negara terus menggunakan pendekatan militer dalam merespon setiap persoalan di seluruh Tanah Papua,” bunyi pernyataan sikap tersebut.</p>
<p>Tuntutan</p>
<p>Usut tuntas pelanggaran HAM di Dogiyai, Puncak Papua, Timika, dan seluruh Papua.</p>
<p>Segera bentuk Tim Investigasi Independen yang melibatkan semua pihak.</p>
<p>Adili pelaku penembakan warga sipil dari TNI/Polri.</p>
<p>Berikan perlindungan hukum bagi pengungsi di Papua.</p>
<p>Tarik seluruh militer organik dan non-organik dari Tanah Papua.</p>
<p>Hentikan pembangunan batalion teritorial baru.</p>
<p>Hentikan pendekatan militer, kekerasan, dan pembungkaman ruang demokrasi.</p>
<p>Hentikan Proyek Strategis Nasional di Papua.</p>
<p>Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri (Referendum) sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.</p>
<p>Pernyataan sikap ini mencerminkan keprihatinan mendalam kalangan mahasiswa Papua di Malang terhadap situasi keamanan dan HAM di daerah asal mereka.*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/">Dogiyai Berdarah! Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak dan Pelajar Tewas Ditembak Militer, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">papua deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/dogiyai-berdarah-puluhan-warga-sipil-termasuk-anak-dan-pelajar-tewas-ditembak-militer-mahasiswa-papua-tuntut-hak-menentukan-nasib-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
