<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>boven digul Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/boven-digul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/boven-digul/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2021 00:00:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>boven digul Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/boven-digul/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komjen Pol Paulus Waterpauw: Kita Harus Menghormati Menghargai Jasa Para Pahlawan</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 00:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[boven digul]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=780</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,Boven Digoel &#8211;  Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi situs penjara, salah satu proklamator RI, Bung Hatta di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/" title="Komjen Pol Paulus Waterpauw: Kita Harus Menghormati Menghargai Jasa Para Pahlawan">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/">Komjen Pol Paulus Waterpauw: Kita Harus Menghormati Menghargai Jasa Para Pahlawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,Boven Digoel &#8211;  Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi situs penjara, salah satu proklamator RI, Bung Hatta di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Rabu (21/4/2021).</p>
<p>Jenderal bintang tiga Polri itu didampingi Direktur Politik Baintelkam Polri Brigjen Pol Drs Antony MT Siahaan MH, Direktur Kamsus Baintelkam Polri Brigjen Pol Drs Rudi Pranoto, Direktur Intelkam Polda Papua Kombespol Guntur Supono, Plt Bupati Boven Digoel Yosep Awunim, S.Sos,  Kapolres Boven Digoel AKBP Syamsurujal S.IK, dan Dandim 1711//BVD Letkol inf czi Daniel Panjaitan, serta Dansatgas Yonif 122/TS Letkol Inf Raden Hendra Sukmadjibrata.</p>
<p>&#8220;Karena kalau tidak ada deklarasi dari Bung Karno dan Bung Hatta, saya tidak bertemu dengan rekan-rekan sekalian. Saya dan kalian tidak ada. Jadi, kita harus menghormati dan menghargai jasa para pahlawan,&#8221; kata Komjen Pol Paulus.</p>
<p>Pada memontum ini, mantan kapolda empat kali itu melihat dan memasuki sejumlah ruangan penjara yang didirikan oleh kolonial Belanda pada jaman penjajahan itu.  Ia pun berjalan menuju sebuah lemari yang berisi mangkuk dan mog atau semacam gelas warna putih yang terbuat dari besi.</p>
<p>Disisi lain, dari ruangan itu ada sejumlah tumpukan balok kayu yang terlihat sudah usang, menandakan bahwa itu adalah bagian dari penjara yang digunakan sebagai tempat pengasingan bagi kaum nasionalis pada jaman itu.</p>
<p>Pemerintah Hindia Belanda untuk menampung tawanan pemberontakan November 1926. Boven Digoel kemudian digunakan sebagai lokasi pembuangan pemimpin-pemimpin nasional yang jumlahnya hingga sekitar 1.308 orang.</p>
<p>Boven Digoel merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Merauke, Papua, ujung timur Indonesia.</p>
<p>Tercatat sejumlah tokoh nasional pernah dibuang ke Boven Digul seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Kedua tokoh pergerakan nasional itu dibuang di lokasi itu pada 28 Januari 1935 silam. Mereka dianggap musuh pemerintah kolonial Belanda karena membangkang.</p>
<p>Selain Hatta dan Sjahrir, mereka yang dibuang ke Digoel di antaranya Mohamad Bondan, Maskun, Burhanuddin, Suka Sumitro, Moerwoto, Ali Archam, dan sejumlah para pejuang lainnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pejuang pergerakan, Digoel adalah tempat pembuangan yang paling menyeramkan.</p>
<p>Digul dibangun oleh Gubernur Jenderal De Graeff pada 1927 sebagai lokasi pengasingan tahanan politik. Di sekeliling Digoel terdapat hutan rimba dengan pohon yang menjulang tinggi. Bung Hatta pernah dibuang disana selama satu tahun.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/">Komjen Pol Paulus Waterpauw: Kita Harus Menghormati Menghargai Jasa Para Pahlawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/komjen-pol-paulus-waterpauw-kita-harus-menghormati-menghargai-jasa-para-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Atas Kematian Seorang Remaja di Boven Digul</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2020 12:24:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[asiki]]></category>
		<category><![CDATA[boven digul]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=464</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Boven Digul &#8211; Di Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digul telah didapat informasi terkait meninggalnya warga Asiki bernama  Oktovianus Warip (16 tahun) yang diduga dilakukan oleh oknum Personel Satgas Yonif Mekanis 516/CY. Kapendam XVII/Cenderawasih <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/" title="Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Atas Kematian Seorang Remaja di Boven Digul">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/">Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Atas Kematian Seorang Remaja di Boven Digul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Boven Digul &#8211; Di Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digul telah didapat informasi terkait meninggalnya warga Asiki bernama  Oktovianus Warip (16 tahun) yang diduga dilakukan oleh oknum Personel Satgas Yonif Mekanis 516/CY. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan bahwa kronologis kejadian tersebut bermula ketika pada tanggal 18 Juli 2020 Satgas Yonif Mekanis 516/CY mendapat laporan dari masyarakat terkait tindakan pencurian yang dilakukan oleh salah seorang warga Asiki Oktovianus.</p>
<p>“Setelah mendapat laporan dari masyarakat tersebut, Personel Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY yang dipimpin oleh Sertu Jaini melaksanakan patroli di sekitar wilayah Asiki guna mencari keberadaan pelaku pencurian,”ujarnya, Minggu (26/7) malam.</p>
<p>Selanjutnya pada 24 Juli 2020 personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY yang baru saja selesai melaksanakan karya bakti di Pura Siwaloka dan akan kembali kembali ke Pos Kout mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa Sdr. Oktovianus berada di Pasar Asiki. Mendapat laporan tersebut,  personel Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY mencarinya dan berhasil menangkap  Oktovianus di belakang SMP Asiki.</p>
<p>Diungkapkan, setelah tertangkap  Oktovianus dibawa menuju ke Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY untuk dilakukan pemeriksaan. Seusai pemeriksaan dilakukan, tiba-tiba Sdr. Oktovianus mengaku merasa pusing dan lemas, mendengar hal tersebut Wadan Satgas Yonif Mekanis 516/CY memerintahkan Bintara kesehatan Satgas untuk memeriksa kondisi kesehatan Sdr. Oktovianus.</p>
<p>Melihat kondisinya yang semakin menurun, Wadan Satgas Yonif Mekanis 516/CY kembali memerintahkan Dantonkes Yonif Mekanis 516/CY untuk memberikan infus kepada Oktovianus lalu dibawa menuju ke Klinik Asiki untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Saat tiba di Klinik Asiki dr. Firman selaku dokter Klinik Asiki langsung memberikan tindakan medis terhadap Sdr. Oktovianus, akan tetapi tidak lama berselang Sdr. Oktovianus telah meninggal dunia.</p>
<p>Selanjutnya pada Sabtu, 25 Juli 2020 Anggota TNI yang berada di Boven Digoel (Kodim 1711/BVD dan Satgas Pamtas Yonif 516) juga membantu keluarga korban untuk semua proses pemakaman, mulai dari pemandian jenazah korban sampai penguburannya.</p>
<p>Pada kegiatan itu juga Dandim 1711/BVD Letkol Inf Candra Kurniawan menyampaikan turut berduka cita kepada pihak keluarga dan warga yang hadir di rumah duka. Dandim menyampaikan rasa terima kasih karena selama proses pengurusan jenazah sampai pemakaman berjalan dengan aman.</p>
<p>Sementara itu, Terkait dengan kejadian tersebut, saat ini sedang dilaksanakan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh oleh Danrem 174/ATW dan Pomdam XVII/Cenderawasih terhadap oknum personel yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.  Bila terbukti benar-benar bersalah akan diproses sesuai dengan Hukum dan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>&#8220;Pimpinan TNI AD juga akan menjatuhi hukuman tambahan pemecatan dari dinas Aktif TNI AD bagi personel yang secara sah terbukti bersalah,&#8221; tegas Kapendam.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/">Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Atas Kematian Seorang Remaja di Boven Digul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/oknum-satgas-yonis-makanis-519-cy-diduga-terlibat-atas-kematian-seorang-remaja-di-boven-digul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
