<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>covid Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/covid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/covid/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2021 10:54:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>covid Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/covid/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Media Group-Pangansari Utama Berikan Bantuan Mesin Konsentrator</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2021 10:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[jayapura]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=790</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,Jayapura –  Media group-Pangansari Utama memberikan bantuan mesin konsentrator kepada Rumah Sakit Umum Daerah Yowari. Pemberian mesin konsentrator diterima langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw didampingi Direktur RS Yowari, Petronela Risamasu, Rabu (11/8/2021) siang. Bupati <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/" title="Media Group-Pangansari Utama Berikan Bantuan Mesin Konsentrator">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/">Media Group-Pangansari Utama Berikan Bantuan Mesin Konsentrator</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,Jayapura –  Media group-Pangansari Utama memberikan bantuan mesin konsentrator kepada Rumah Sakit Umum Daerah Yowari. Pemberian mesin konsentrator diterima langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw didampingi Direktur RS Yowari, Petronela Risamasu, Rabu (11/8/2021) siang. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, bantuan mesin oksigen konsentrator ini sangat membantu pemerintah dalam penanganan pasien Covid-19.</p>
<p>“Ini sangat menolong kami dalam menangani covid-19 di Kabupaten Jayapura. Atasnama pemerintah dan masyarakat kabupaten jayapura memberikan terima kasih atas bantuan ini,” katanya kepada wartawan usai menerima bantuan konsentrator tersebut. Menurut Awoitauw, bantuan konsentraor tersebut akan memberi semangat dan spirit kepada seluruh tenaga medis dalam bekerja memerangi Covid-19.</p>
<p>“Ini sangat bermanfaat dan berharga bagi kami dan pasti akan memberikan semangat bagi tenaga medis yang bekerja. Jadi kehadiran alat ini akan menambah kekuatan kami untuk bisa memrangi covid-19,” terangnya.<br />
Bupati mengaku, sejak meningkatnya kasus covid-19 pada pertengahan Juli lalu, RSUD Yowary sempat kesulitan mendapat tabung oksigen karena meningkatnya pasien. Sehingga diharapkan dengan bantuan ini akan membantu meringankan kerja dari para tenaga medis.</p>
<p>“Pada bulan Juli sampai awal Agustus tingkat kasus ini sangat tinggi, tetapi kami masih bisa menangani dengan baik. Saat itu stok sempat habis karena permintaan yang meningkat. Semoga dengan bantuan ini akan menolong kita dalam mengatasi kasus covid-19,” jelasnya.<br />
Dengan adanya bantuan alat kesehatan ini, pihaknya optimis bisa menurunkan penyebaran covid-19 di Kabupaten Jayapura dengan dilaksanakannya vaksinasi terutama menjelang PON XX pada bulan Oktober mendatang.</p>
<p>“Kita optmis bisa memerangi covid-19 di Kabupaten Jayapura. Kita juga gencar melakukan vaksinasi warga yang berada di lokasi venue PON, target kita sebelum PON sudah tujuh puluh persen warga divaksin sehingga bisa menekan penyebaran covid-19,” imbuhnya.<br />
Sementara itu perwakilan PT Pangansari Utama Food Resources, Tariyono menjelaskan bahwa pemberian bantuan mesin oksigen konsentrator ini merupakan salah satu upaya kami ikut menekan laju penyebaran covid-19 di papua.</p>
<p>“Pemberian bantuan mesin oksigen konsentrator ini merupakan salah satu upaya kami ikut menekan laju penyebaran covid-19 di papua. Ini juga adalah bentuk kemanusiaan untuk saling menolong dan juga kita ingin berkontribusi bagi masyarakat,” jelasnya.<br />
Ia berharap agar mesin konsentrator tersebut bisa digunakan dengan baik dalam menangani pasien covid-19 di Kabupaten Jayapura.</p>
<p>“Tujuan kita membantu pasien-pasien yang sementara menjalani perawatan. Semoga dengan alat ini bisa dimaksimalkan untuk menangani pasien covid19 dan mereka cepat sembuh,”ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/">Media Group-Pangansari Utama Berikan Bantuan Mesin Konsentrator</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/media-group-pangansari-utama-berikan-bantuan-mesin-konsentrator/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapolda Papua: Masyarakat Harus Berperan Serta dalam Menangani Covid-19 di Papua   </title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2021 10:22:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=769</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., mengajak seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Kapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan bahwa PPKM Mikro ini sudah <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/" title="Kapolda Papua: Masyarakat Harus Berperan Serta dalam Menangani Covid-19 di Papua   ">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/">Kapolda Papua: Masyarakat Harus Berperan Serta dalam Menangani Covid-19 di Papua   </a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE</em>,Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., mengajak seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.</p>
<p>Kapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan bahwa PPKM Mikro ini sudah dilaksanakan dari hari Senin kemarin sehingga kita mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembatasan itu. “Kami berharap partisipasi dari masyarakat karena PPKM ini disebar sampai ke tingkat RT/RW untuk pengendalian Covid-19 serta juga untuk menumbuhkan perekonomian di masing-masing daerah,”ujarnya Rabu (7/4/2021).</p>
<p>Sehingga kita berharap peran serta masyarakat dan ketaatan masyarakat  dalam membantu pemerintah untuk bersama-sama menekan angka penyebaran Covid-19 khususnya di Papua. Sementara itu lebih khusus lagi di beberapa titik angka dari Covid-19 ini sangat tinggi sehingga kita perlu fokus dan menekan dari titik tersebut sehingga yang tadinya dari merah menjadi kuning ataupun hijau.</p>
<p>“Saya selaku Kapolda Papua mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berperan serta dalam menangani Covid-19. Karena tanpa peran serta dari masyarakat, pemerintah tidak bisa apa-apa. Kami dari TNI-Polri akan membantu pemerintah untuk mendorong pelaksanaan PPKM ini bisa terlaksana dengan baik khususnya di Kota Jayapura, karena hal ini sudah keputusan dari Pusat maka kita harus lakukan bersama-sama,”harapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/">Kapolda Papua: Masyarakat Harus Berperan Serta dalam Menangani Covid-19 di Papua   </a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kapolda-papua-masyarakat-harus-berperan-serta-dalam-menangani-covid-19-di-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Pandemi Covid-19, Kabupaten Keerom Defisit 11,96 Persen</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 11:49:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[defisit]]></category>
		<category><![CDATA[keerom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=704</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Keerom &#8211; DPRD Kabupaten Keerom Menggelar Rapat Paripurna pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2020, di Kantor DPRD Keerom, Selasa (6/10/2020). Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, SE, MM, dalam pidatonya menyampaikan bila <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/" title="Gara-Gara Pandemi Covid-19, Kabupaten Keerom Defisit 11,96 Persen">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/">Gara-Gara Pandemi Covid-19, Kabupaten Keerom Defisit 11,96 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM,</em>Keerom <strong>&#8211; </strong>DPRD Kabupaten Keerom Menggelar Rapat Paripurna pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2020, di Kantor DPRD Keerom, Selasa (6/10/2020).</p>
<p>Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, SE, MM, dalam pidatonya menyampaikan bila saat ini penerimaan negara mengalami defisit akibat pandemi Covid-19. Bencana non alam yang terjadi hampir di seluruh dunia tersebut, memaksa semua daerah melakukan penyesuaian anggaran  termasuk di Keerom.</p>
<p>Ridwan menyampaikan, dalam usulan APBD perubahan 2020, terjadi pengurangan anggaran sebanyak 11,96 persen dari APBD induk yang mana dialokasikan Rp 876,004 miliar namun pada kenyataannya mengalami penurunan Rp 119,002 miliar dari APBD Induk Rp 995,007 miliar.</p>
<p>Berdasarkan fungsi, alokasi belanja tidak langsung pada APBD Perubahan 2020 kata Ridwan mengalami peningkatan Rp74,672 miliar (16,45 persen), atau dari sebelumnya Rp453,962 miliar menjadi Rp 528,634 miliar. Sedangkan alokasi belanja langsung yang mengalami pengurangan hingga Rp 193 miliar (35,80 miliar) atau dari sebelumnya Rp 541,044 miliar menjadi Rp 347,369 miliar.</p>
<p>&#8220;Pada rancangan perubahan APBD 2020 penerimaan pembiayaan daerah direncanakan terdapat penerimaaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Rp 3,240 miliar,&#8221; kata Ridwan.</p>
<p>Sementara terkait situasi terkini di Keerom, Ridwan mengajak semua pihak dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama menjaga stabilitas termaksud meendukung Pilkada Kabupaten Keerom pada 9 Desember 2020 aman.</p>
<p>Sementara Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono SE, menekankan agar Pemkab Keerom untuk bisa membuat kebijakan yang bisa mendorong perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19.</p>
<p>&#8220;Pemerintah dipandang perlu membangun sistem terobosan untuk mengatasi krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19,&#8221;tandasnya..</p>
<p>Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, SE, MM, saat menyampaikan Pidato dalam Rapat Paripurna pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2020, di Kantor DPRD Keerom, Selasa (6/10).</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/">Gara-Gara Pandemi Covid-19, Kabupaten Keerom Defisit 11,96 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tak-berkategori/gara-gara-pandemi-covid-19-kabupaten-keerom-defisit-1196-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurus Jitu Pelayanan RS Kemenhan  Dr Suyoto Bagi Pasien Covid-19</title>
		<link>https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2020 01:10:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH Sakit  Umum  (RSU) Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Dr Suyoto yang terletak di Jalan Veteran No.178, Bintaro, Jakarta Selatan semakin dikenal masyarakat luas sebagai salah satu RS Umum  terbaik  di Jakarta dan sekitarnya <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/" title="Jurus Jitu Pelayanan RS Kemenhan  Dr Suyoto Bagi Pasien Covid-19">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/">Jurus Jitu Pelayanan RS Kemenhan  Dr Suyoto Bagi Pasien Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUMAH</strong> Sakit  Umum  (RSU) Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Dr Suyoto yang terletak di Jalan Veteran No.178, Bintaro, Jakarta Selatan semakin dikenal masyarakat luas sebagai salah satu RS Umum  terbaik  di Jakarta dan sekitarnya dalam  merawat  dan mendampingi pasien pandemi  <em>Coronavirus Disease</em> 2019  (Covid-19)  dimana   penyakit  ini  telah menjadi “<em>hantu</em>” bagi kehidupan umat manusia  zaman ini.</p>
<p>Keberhasilan mendampingi dan merawat pasien Covid-19 itu tentu saja tidak terlepas dari jurus-jurus jitu yang dimiliki RSU milik Kemenhan ini dalam memberikan pelayanan   terbaik  bagi setiap orang  yang datang dan dirawat tanpa membeda-bedakan suku,agama, ras dan golongan (SARA).</p>
<p>Setiap hari tak kenal lelah, para tenaga  kesehatan (keperawatan, kebidanan, keformasian, kesehatan masyarakat, tenaga gizi dan psikologi klinis)  bersama para tenaga medis (dokter umum, dokter spesialis) bahu membahu melaksanakan tugas pelayanan medik, penunjang medik dan rehabilitasi medik secara terpadu.</p>
<p>Rumah sakit ini mempunyai visi mewujudkan Rumah Sakit dengan keunggulan rehabilitasi medik menuju pelayanan kesehatan prima bagi personil Kemenhan, TNI serta masyarakat umum. Atas dasar visi inilah, RSU Dr Suyoto membuka diri seluas-luasnya untuk menerima para pasien Covid-19 untuk dirawat dan didampingi sampai benar-benar sehat. Bahwa dalam bekerja keras memberikan pelayanan medik itu, pada akhirnya pasien tersebut tidak dapat tertolong nyawanya maka,  semua itu merupakan “<em>yang terbaik</em>” dari Allah SWT- Tuhan Yang Maha Kuasa!</p>
<p>Setiap warga masyarakat, apakah dia seorang anggota dan keluarga prajurit ataukah masyarakat umum, ketika hendak memeriksakan kesehatannya terkait pandemi Covid-19 wajib diambil darahnya, difoto paru-parunya dan wajib  pula mengikuti tindakan medik selanjutnya termasuk menunggu hasil Swab.  Tenaga kesehatan dan tenaga medis terlihat bekerja  bersungguh-sungguh dan bergotong royong dalam memberikan pelayanan dan pendampingan bagi  warga masyarakat yang datang memeriksakan kesehatannya.</p>
<p>Apabila berdasarkan keputusan Tim dokter, orang bersangkutan harus menjalani perawatan medis (rawat inap) di RSU tersebut maka pasien tersebut dipanggil dengan penuh keramahan dan diberitahu secara santun bahwa “<em>anda butuh dirawat</em>” di rumah sakit ini. Cara menyampaikan keputusan  Tim dokter kepada pasien bersangkutan, merupakan awal  persiapan dan penerimaan mental  (suasana batin) seorang pasien untuk bersedia dirawat dan didampingi selama berada di rumahsakit ini. Hal ini juga tentu saja akan merupakan “<em>salah satu obat mujarab</em>”  alias jurus-jurus yang jitu bagi suatu proses kesembuhan seorang pasien.</p>
<p>Setelah pasien tersebut diberitahu hasil rekam medik atas dirinya dan saran Tim dokter  (dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru) agar yang bersangkutan dirawat inap di RSU tersebut terkait Covid-19 yang dideritanya, tenaga medis yang bertugas saat itu pun meminta pasien tersebut untuk menyiapkan perlengkapan pribadi dan selanjutnya  dipersilahkan menunggu sementara waktu di sebuah tenda besar  yang terletak  di depan gedung RSU Dr Suyoto itu.</p>
<p>“<em>Jam-jam penantian</em>” di tenda itu  untuk selanjutnya dijemput menuju bangsal  perawatan pasien terasa cukup lama,  dapat sekitar lebih dari tiga jam. Hal ini bukan karena  kesengajaan tenaga kesehatan atau petugas medis serta personil pendukung lainnya  yang bertugas hari itu, namun karena pihak RS membutuhkan waktu yang cukup untuk melakukan berbagai persiapan yang memadai di bangsal  perawatan pasien Covid-19. Kita lantas memahami semua ini lantaran, mempersiapkan semua kebutuhan perawatan seorang pasien Covid-19 yang  harus dirawat inap sangat berbeda dengan pasien yang mengalami sakit bukan Covid-19 yang akan dirawat inap.</p>
<p>Kehati-hatian, kesabaran dan kejelian dalam mempersiapkan perawatan seorang pasien Covid-19 menjadi hal yang paling utama lantaran jenis penyakit yang satu  ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia,  tidak hanya bagi nyawa pasien Covid-19  itu saja , tetapi juga bagi tenaga  kesehatan, petugas medis, personil pendukung  RS serta masyarakat  umum di sekitarnya yang dekat dan berinteraksi dengan pasien Covid-19 itu.</p>
<p><strong>Pelayanan yang ekstra hati-hati</strong></p>
<p>Tenaga medis dan personil pendukung  seperti petugas angkat barang, pengemudi mobil ambulans dan lainnya wajib hukumnya mengenakan <em>“pakaian khusus</em>” serba putih pada dirinya saat mulai melayani pasien Covid tersebut.</p>
<p>Pasien Covid itu dijemput tenaga medis dan personil pendukung dari tenda itu. Pasien dipersilahkan menaiki mobil ambulans yang sudah menunggu di depan tenda . Semua perlengkapan pribadi pasien diambil oleh petugas pendukung untuk dinaikkan ke dalam mobil tersebut. Walaupun jarak tempuh antara tenda tempat menunggu untuk  dijemput  menuju  bangsal perawatan itu sangat dekat, namun sesuai prosedur di RS dr Suyoto, pasien ini harus dihantar dengan mobil ambulans.</p>
<p>Setibanya di gerbang gedung Bangsal Perawatan, pasien ini dituntun untuk memasuki kamar tidur untuk menjalani perawatan dan pendampingan medis sesuai protokol kesehatan dunia. Semua mereka yang bertugas senantiasa melayani pasien secara sangat hati-hati demi menjaga diri mereka agar tidak tertular Covid-19 yang mematikan itu. Alat Pelindung Diri (APD) merupakan yang utama bagi semua petugas pendukung, dokter dan tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>“<em>Bapak atau Ibu atau adik, mohon dengan sabar untuk istirahat di sini. Banyak berdoa  karena semua ini ada dalam keputusan Yang Ilahi dan jangan stres. Berpikir yang ringan-ringan saja. Jangan panik. Apabila membutuhkan sesuatu, lambaikan tangan saja ke arah CCTV yang terletak di atas sudut kamar ini. Kami senantiasa memantau anda melalui CCTV ini</em>,” kata seorang tenaga kesehatan penuh ramah. Dia pasti tersenyum untuk menguatkan Hati pasien itu namun pasien sendiri tidak melihat senyumnya lantaran wajah petugas kesehatan yang berdiri di hadapannya tertutup oleh APD. Namun, dari bola mata yang ceriah dari  tenaga kesehatan itu,  dapat langsung terbaca kalau dia sedang memberikan pelayanan yang humanis bagi pasien ini.</p>
<p>Selama berada di bangsal perawatan itu, tidak tampak tenaga kesehatan dan petugas medis atau personil pendukung “<em>mondar-mandir</em>” kesana-kemari di lorong  bangsal itu. Mereka tidak tampak di situ. Mereka berada di luar bangsal sambil memperhatikan secara saksama setiap gerakan pasien yang berada di dalam kamar masing-masing. Mereka memantau pasien melalui layar komputer yang terpantul dari CCTV. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan diri tenaga medis dan petugas pendukung dari serangan virus Covid-19.</p>
<p>Apabila pasien membutuhkan hal-hal yang sangat mendesak atau  ingin menyampaikan permintaan, usul dan saran maka pasien tersebut dapat berbicara langsung dengan tenaga kesehatan yang bertugas melayani pada jam-jam itu atau menyampaikan langsung kepada koordinator atau pemimpin bangsal  perawatan itu melalui jaringan telepon genggam. Nomor kontak pemimpin bangsal  perawatan diberikan kepada pasien.</p>
<p>Setiap usul-saran atau keluhan pasien yang disampaikan,  langsung ditanggapi oleh tenaga medis atau pemimpin bangsal perawatan itu. Dalam waktu yang relatif singkat, apa yang disampaikan atau dikeluhkan pasien tersebut ditindaklanjuti.</p>
<p>Keluarga pasien diberi kesempatan menjenguk pasien yang sedang dirawat itu namun kunjungan itu hanya melalui kaca pembatas gedung. Dapat saling menatap namun jika ingin berbicara maka pembicaraan dilakukan melalui telepon genggam. Pengunjung samasekali tidak diperkenankan berada dekat secara fisik dengan pasien namun tetap dibatasi oleh kaca bening. Perjumpaan  itu dapat terjadi apabila pasien tersebut dapat berdiri dan berjalan sendiri keluar kamar tidurnya. Namun, apabila pasien tersebut tidak dapat bangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamar tidur maka keluarga tidak dapat menjenguknya.</p>
<p>Tenaga kesehatan dan petugas pendukung secara rutin pada jam-jam yang sudah ditentukan mendatangi setiap pesien Covid-19 di kamar masing-masing untuk memberikan pelayanan kesehatan seperti pemberian obat, pengambilan darah, mengukur suhu tubuh dan tekanan darah, memberikan nasehat medis dan menghantar makanan untuk disantap pasien Covid-19.</p>
<p>Mereka melayani dengan sepenuh Hati sebagai saudara, sebagai orangtua sebagai sahabat mereka sendiri. Mereka tidak pernah mengeluhkan pekerjaan mereka di depan pasien dan apabila ada pasien yang bersikap kurang sopan saat mereka melayani maka mereka bersikap begitu tenang dan sabar sambil memberikan pengertian secara baik kepada pasien tersebut.</p>
<p>Pada dinding  kamar atau lorong bangsal perawatan itu, pihak penyelenggara RSU Dr Suyoto memajang beberapa bingkai kaca berisi tulisan tentang Hak Pasien sesuai  UU no.44 Tahun 2009 pasal 32 tentang  “Rumah Sakit”  dan Kewajiban Pasien   sesuai  Permenkes RI No. 69 tahun 2014 pasal 28 tentang  “Kewajiban  RS dan Kewajiban Pasien”  yang menjalani rawat inap di RS tersebut. Terpampang pula  gambar Denah Ruang Gedung  Rawat Inap untuk menembah informasi kepada pasien terkait pelayanan di RS Dr Suyoto ini. Hal ini penting agar apabila terjadi kebakaran atau gempa bumi maka pasien dan semua tenaga medis,personil pendukung, tenaga kesehatan dapat menyelamatkan diri mengikuti  petunjuk di dalam denah tersebut.</p>
<p>Apabila dari hasil  evaluasi perawatan dan pendampingan pasien tersebut, Tim dokter menyatakan bahwa  pasien Covid-19 ini perlu menambah hari-hari istirahatnya di RS ini atau menyatakan bahwa pasien ini sudah benar-benar sembuh dari penyakit Covid-19 maka pasien ini akan diberitahu secara resmi oleh tenaga medis yang melayaninya.</p>
<p>Setiap tindakan tenaga medis, petugas medis dan personil pendukung tetap berpijak di atas peraturan dan prosedur yang berlaku secara resmi di RSU ini. Mereka tidak pernah dan berusaha tidak akan pernah melanggar peraturan dan prosedur pelayanan pasien di RS ini karena apabila dilanggar maka akan merugikan pasien yang dilayani, merugikan tenaga medis, petugas medis dan personil pendukung serta merugikan institusi Rumah Sakit itu sendiri.</p>
<p>Disiplin dalam bekerja menjadi pedoman utama berkarya di RS Dr Suyoto. Tanpa disiplin maka semua cita-cita dan kemauan baik kita akan sirna. Keluarga besar RS Dr Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan telah mebuktikan semuanya ini. Mereka sedang menjalankan disiplin itu dalam berkarya demi kemaslahatan manusia yang dilayani!</p>
<p>Benarlah  kata orang :” <strong><em>RS Dr Suyoto merupakan salah satu Rumah Sakit terbaik di Jakarta dalam pelayanan dan pendampingan pasien Covid-19. Mereka patut mendapat penghargaan yang sewajarnya</em></strong><em>!</em>”</p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/">Jurus Jitu Pelayanan RS Kemenhan  Dr Suyoto Bagi Pasien Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/opini/jurus-jitu-pelayanan-rs-kemenhan-dr-suyoto-bagi-pasien-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Polda Papua, Anggota Diperiksa   </title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2020 12:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=566</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jayapura- Pendisiplinan penggunaan masker serta pengecekan suhu tubuh kepada seluruh personel Polda Papua di  Halaman Mapolda Papua Selasa (18/8) pagi. Kasubbid Provos Kompol Ridwan memimpiin langsung oleh kegiatan ini dan melibatkan seluruh anggota Bid Propam, <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/" title="Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Polda Papua, Anggota Diperiksa   ">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/">Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Polda Papua, Anggota Diperiksa   </a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PAPUADEADLINE.COM</strong>,Jayapura- Pendisiplinan penggunaan masker serta pengecekan suhu tubuh kepada seluruh personel Polda Papua di  Halaman Mapolda Papua Selasa (18/8) pagi.</p>
<p>Kasubbid Provos Kompol Ridwan memimpiin langsung oleh kegiatan ini dan melibatkan seluruh anggota Bid Propam, Subbid Provos. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Polda Papua. Kasubbid Provos Kompol Ridwan mengatakan bahwa pemeriksaan suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui apakah ada anggota yang terpapar Covid-19 atau tidak.</p>
<p>“Dalam pemeriksaan ini kami tidak menemukan adanya anggota Mapolda Papua yang memiliki suhu tubuh yang berpotensi terjangkit covid-19. Pelaksanaan kali ini kami membagi menjadi 2 titik antara lain pintu depan pintu utama dan pintu belakang Mapolda Papua,”ujarnya.</p>
<p>Selain itu juga dalam penggunaan masker, kami mengingatkan kepada seluruh anggota untuk menggunakan masker yang berlogo TNI-Polri sebagai lambang sinegritas kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/">Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Polda Papua, Anggota Diperiksa   </a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pencegahan-penyebaran-covid-19-di-lingkungan-polda-papua-anggota-diperiksa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 14:04:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[penularan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=471</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,COM,Jakarta &#8211; Penularan virus SARS-CoV-2 belum menunjukkan angka penurunan hingga kini. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 per hari ini, Senin (27/7) mencatat jumlah konfirmasi positif mencapai 100 ribu kasus. Menyikapi masih adanya penularan COVID-19 <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/" title="Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/">Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE</em>,COM,Jakarta &#8211; Penularan virus SARS-CoV-2 belum menunjukkan angka penurunan hingga kini. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 per hari ini, Senin (27/7) mencatat jumlah konfirmasi positif mencapai 100 ribu kasus.</p>
<p>Menyikapi masih adanya penularan COVID-19 di tengah masyarakat, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menugaskan untuk melakukan upaya sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Ini bertujuan untuk menghentikan laju penularan, khususnya diprioritaskan di delapan provinsi. Menurutnya, langkah tersebut dapat terwujud melalui kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas.</p>
<p>“Perlunya perubahan perilaku dengan sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Satgas akan meningkatkan  kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran tokoh-tokoh di daerah. Termasuk tokoh agama, tokoh, masyarakat, termasuk melibatkan juga antropolog, sosiolog dan psikolog,” ujar Doni dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/7).</p>
<p>Doni mengajak untuk melihat sejarah saat wabah flu Spanyol yang terjadi pada periode Maret 1918 – September 1919. Saat itu, berdasarkan catata sejarah wabah flu di Pulau Jawa menjangkiti sekitar 4 juta penduduk.</p>
<p>“Ini peristiwa yang harus kita petik pelajaran dari kasus tersebut, dimana pemerintah Hindia Belanda melakukan terobosan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya, yaitu melalui sosialisasi dengan wayang,” ujarnya.</p>
<p>Pihaknya sedang Menyusun strategi sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif yang arahnya sampai ke tingkat desa. Ini diharapkan kepatuhan masyrakat akan menjadi lebih baik. Di samping itu, tema-tema sosialisasi yang dipilih mudah dipahami masyarakat. Doni mencontohkan tema jaga jarak atau hindari kerumunan. “Untuk ini, pihaknya berharap media massa turut ikut berpartisipasi dalam perubahan perilaku masyarakat,” tambah Doni.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan permintaan Presiden khususnya di delapan provinsi untuk menurunkan angka kasus, mengurangi angka kematian semaksimal mungkin dan meningkatkan angka Kesehatan.</p>
<p>Sejak menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni mengajak unsur pentaheliks untuk turut aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Menurutnya, penanggulangan bencana adalah urusan bersama.</p>
<p>Pentaheliks dalam penanggulangan bencana, menurut Doni, melibatkan unsur pemerintah, pakar atau akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa. Melalui peran yang dimiliki oleh setiap unsur atau heliks, penyelenggaraan penanggulangan bencana akan dapat berlangsung secara optimal.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/">Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh, Ratusan Tenaga Medis di Papua Terpapar Covid-19</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 13:53:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[terpapar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=469</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jayapura – Provinsi Papua terus mengalami peningkatan  jumlah kasus positif COVID-19.  Hari ini tercatat ada tambahan 17 kasus baru sehingga jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Bumi Cenderawasih mencapai 2.890 kasus dengan rincian 1.514 orang dalam <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/" title="Waduh, Ratusan Tenaga Medis di Papua Terpapar Covid-19">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/">Waduh, Ratusan Tenaga Medis di Papua Terpapar Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM,</em>Jayapura<strong> –</strong> Provinsi Papua terus mengalami peningkatan  jumlah kasus positif COVID-19.  Hari ini tercatat ada tambahan 17 kasus baru sehingga jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Bumi Cenderawasih mencapai 2.890 kasus dengan rincian 1.514 orang dalam perawatan, 1.344 dinyatakan sembuh dan 32 orang dinyatakan meninggal dunia. Tambahan 17 kasus berasal dari Kota Jayapura 11 kasus, Pegunungan Bintang 3 kasus, Yapen 2 kasus dan Biak Numfor 1 kasus.</p>
<p>Selain tambahan kasus, hari ini terdapat 9 orang yang dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Kota Jayapura 3 orang, Kabupaten Jayapura 3 orang, Biak Numfor 2 orang dan Mimika 1 orang.</p>
<p>Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, Silwanus Sumule menyebut, dari 2.890 kasus positif di Papua, 307 pasien positif merupakan tenaga medis yang selama ini melaksanakan tugas menangani pasien corona.</p>
<p>“Sampai hari ini ada 307 tenaga medis kami yang positif Covid-19. Jumlah terbanyak ada di Kota Jayapura sebanyak 240 orang, sementara sisanya tersebar di beberapa daerah lainnya,”kata Silwanus Sumule saat memberi  keterangan pers secara virtual di Kota Jayapura, Senin (27/7) malam.</p>
<p>“Dari jumlah itu terdapat 1 orang tenaga medis kita yang dinyatakan meningal dunia yang berasal dari Kabupaten Jayapura,”tambahnya. Dikatakan, akibat ratusan tenaga medis terpapar Covid-19, maka pelayanan di rumah sakit kurang maksimal. Bahkan terdapat rumah sakit ditutup karena tenaga medisnya positif Covid-19.</p>
<p>“Ini sangat berdampak pada pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, oleh karena itu kita tetap menghimbau kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan yakni cuci tangan, gunakan masker dan menjaga jarak. Ini salah satu cara untuk menekan penyebaran virus ini,”ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/">Waduh, Ratusan Tenaga Medis di Papua Terpapar Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/waduh-ratusan-tenaga-medis-di-papua-terpapar-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>COVID-19 Bukan Rekayasa,  COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 21:06:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=435</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Surabaya &#8211; Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dengan tegas mengatakan bahwa COVID-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Doni ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/" title="COVID-19 Bukan Rekayasa,  COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/">COVID-19 Bukan Rekayasa,  COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Surabaya &#8211; Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dengan tegas mengatakan bahwa COVID-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Doni ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (16/7).</p>
<p>&#8220;COVID-19 bukan rekayasa, COVID-19 bukan konspirasi. COVID-19 menjadi mesin pembunuh, ibaratnya COVID-19 ini adalah malaikat pencabut nyawa,” tegas Doni.</p>
<p>Doni perlu menegaskan mengenai hal itu karena masih ada pihak-pihak yang menganggap COVID-19 ini rekayasa. Menurutnya, pemahaman itu tidak bisa dibiarkan. Menurut data global, setengah juta jiwa telah menjadi korban.</p>
<p>Di sisi lain, pemahaman masyarakat yang masih menganggap COVID-19 merupakan konspirasi juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik kepada upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga tingkat kepedulian dan kedisiplinan masyarakat menurun dan dapat menjadi ancaman peningkatan angka kasus.</p>
<p>Oleh sebab itu, Doni mengimbau agar seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah, khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur dapat memberikan narasi yang benar dan utuh kepada masyarakat tentang COVID-19.  “Kita harus memberikan narasi yang utuh tentang COVID-19,” jelas Doni seperti dilansir bnpb.go.id.</p>
<p>Bicara mengenai pandemi COVID-19, maka hal itu tidak hanya menyangkut tentang permasalahan kesehatan saja, tetapi juga berpengaruh pada sektor ekonomi dan lapangan kerja masyarakat.</p>
<p>Menurut catatan Doni dari Kementerian Ketenagakerjaan, COVID-19 telah membuat 1,7 jiwa kehilangan pekerjaan pada pertengahan April 2020. Hal itu tentunya menjadi permasalahan baru yang serius dihadapi bangsa dan negara.</p>
<p>&#8220;Pertengahan April, 1,7 jiwa kehilangan pekerjaan baik formal maupun informal. Kalau ditotal tidak kurang dari 3 juta orang, setelah pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Keppres tentang Kedaruratan Kesehatan,” kata Doni.</p>
<p>&#8220;Masyarakat yang ingin mendapatkan kartu prakerja mencapai 12 juta jiwa. Berarti dapat dikatakan bahwa ada sebanyak 12 juta jiwa yang kehilangan pekerjaan,” imbuhnya.</p>
<p>Pada dasarnya, COVID-19 dapat dicegah melalui peningkatan daya tahan tubuh dan imunitas dari asupan gizi yang baik dan seimbang. Di sisi lain, untuk memperoleh makanan dengan menu gizi yang seimbang perlu adanya pendapatan.</p>
<p>&#8220;Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah makan makanan yang bergizi. Sedangkan cara untuk mendapatkan makanan harus ada uang,”</p>
<p>Oleh sebab itu, COVID-19 harus benar-benar diatasi melalui beradaptasi dengan kebiasaan baru, disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak aman.</p>
<p><b>Peristiwa Berulang</b></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus mengajak peserta rapat untuk memahami bahwa bencana adalah peristiwa yang berulang. Dalam hal ini, bencana yang dimaksud tidak hanya bencana alam saja, melainkan termasuk bencana non-alam, seperti wabah penyakit dan pandemi.</p>
<p>Menurut catatan, peristiwa tsunami Aceh pada 2004 adalah salah satu contoh pengulangan bencana alam yang terjadi di Indonesia. Hal itu dibuktikan dari penemuan sedimentasi tanah yang diambil dari goa Eek Leuntie di Aceh.</p>
<p>Selain tsunami Aceh, Doni juga menjelaskan mengenai rentetan bencana yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah hingga kisah kelam tentang Banyuwangi di Jawa Timur pada 1994.</p>
<p>&#8220;Palu juga pada tahun 1927, 1968, kemudian pada 1970 Profesor Katili pernah bilang jangan jadikan Palu sebagai ibukota, nanti tahun 2000 akan terjadi gempa dan tsunami,” jelas Doni.</p>
<p>Memang pada tahun 2000 tidak terjadi apa-apa, tetapi 18 tahun kemudian terjadi gempabumi, tsunami dan likuifaksi di wilayah Palu dan sekitarnya.</p>
<p>Kemudian, menyinggung bencana non alam seperti wabah penyakit dan pandemi, Indonesia juga tercatat pernah mengalami ‘pageblug’ pada 1918 yakni Flu Spanyol. Sejarah mengungkap sekitar 4,5 juta jiwa di Indonesia menjadi korban atas peristiwa tersebut.</p>
<p>Dalam hal ini, kunci dari penanganan pandemi adalah dengan mengupayakan peran medis dengan porsi 20 persen dan sisanya 80 persen adalah masyarakat. Secara sederhana, implementasinya adalah tenaga medis menjadi benteng terakhir dalam melawan COVID-19 dan pondasi terdepan adalah masyarakat itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Kami Gugus Tugas dari awal sudah meminta agar upayakan bahwa medis 20 persen sisanya 80 persen. Jangan bebani dokter, dokter adalah benteng terakhir bangsa kita,” tegas Doni.</p>
<p>Sebagai panglima perang melawan COVID-19, Doni meminta agar masyarakat dapat lebih memahami kondisi yang terjadi dan mengambil langkah tepat untuk menangani COVID-19 melalui upaya pencegahan, dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.</p>
<p>Sebelum menutup rapat koordinasi, Doni juga menitip pesan bahwa COVID-19 adalah musuh yang harus ditaklukan dengan meningkatkan kapasitas dan memperkuat mitigasi. &#8220;Kenali dirimu, kenali musuhmu, 1000 kau perang 1000 kali kau menang,” pungkas Doni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/">COVID-19 Bukan Rekayasa,  COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/covid-19-bukan-rekayasa-covid-19-ibarat-malaikat-pencabut-nyawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zona Resiko COVID-19, Provinsi Papua Kini Termasuk Reziko Rendah</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 13:09:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[rendah]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=398</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) mengumumkan dari total 514 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di Indonesia, terdapat 36 wilayah beralih dari zona risiko sedang menjadi zona risiko rendah per 5 <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/" title="Zona Resiko COVID-19, Provinsi Papua Kini Termasuk Reziko Rendah">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/">Zona Resiko COVID-19, Provinsi Papua Kini Termasuk Reziko Rendah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) mengumumkan dari total 514 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di Indonesia, terdapat 36 wilayah beralih dari zona risiko sedang menjadi zona risiko rendah per 5 Juli 2020.</p>
<p>Doktor Dewi Nur Aisyah selaku Tim Pakar GTPPC-19 Nasional mengumumkan analisis mingguan periode 5 Juli 2020, terdapat pertambahan persentase zona hijau atau wilayah tanpa kasus sebanyak 20,2 persen dari seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Sedangkan persentase zona risiko lain, sebesar 34 persen berada di zona risiko rendah, yang ditandai warna kuning, 35 persen zona risiko sedang, atau warna oranye dan 10,7 persen zona risiko tinggi, atau warna merah.</p>
<p>Dewi menjelaskan lebih lanjut mengenai perkembangan jumlah kabupaten/kota di Indonesia yang menempati beberapa zona risiko COVID-19. “Per tanggal 5 Juli 2020 terdapat 61 kabupaten/kota yang tidak terdampak, 43 kabupaten/kota masuk ke dalam zona hijau di mana tidak ada kasus baru, 175 kabupaten/kota dengan risiko rendah, 180 kabupaten/kota dengan risiko sedang, dan 55 kabupaten/kota dengan risiko tinggi,” tutur Dewi saat mengumumkan analisis mingguan di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa(7/7).</p>
<p>Perpindahan zona risiko COVID-19 di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh 36 kabupaten/kota yang berpindah dari zona risiko sedang menjadi rendah saja, lebih lanjut Dewi mengumumkan bahwa terdapat 17 kabupaten/kota beralih dari zona risiko tinggi ke sedang, 10 kabupaten/kota dari zona risiko rendah ke hijau atau tidak ada kasus, dan 38 kabupaten/kota beralih dari zona risiko rendah ke sedang. Sementara itu, di bawah ini tercantum 36 kabupaten/kota yang mengalami peralihan dari zona risiko sedang menjadi rendah di Indonesia:</p>
<p>Provinsi Jawa Barat</p>
<p>Bogor, Cirebon, Bandung Barat, Kota Sukabumi</p>
<p>Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>Klaten</p>
<p>Provinsi Jawa Timur</p>
<p>Pacitan</p>
<p>Provinsi Kalimantan Barat</p>
<p>Sekadau, Melawi, Kota Pontianak, Kubu Raya</p>
<p>Provinsi Kalimantan Timur</p>
<p>Kutai Barat</p>
<p>Provinsi Kalimantan Utara</p>
<p>Kota Tarakan</p>
<p>Provinsi Maluku</p>
<p>Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Kota Tual</p>
<p>Provinsi Maluku Utara</p>
<p>Halmahera Selatan, Pulau Morotai</p>
<p>Provinsi Sumatera Utara</p>
<p>Dairi</p>
<p>Provinsi NTB</p>
<p>Lombok Tengah</p>
<p>Provinsi NTT</p>
<p>Kota Kupang</p>
<p>Provinsi Papua</p>
<p>Biak Numfor, Boven Digoel</p>
<p>Provinsi Riau</p>
<p>Indragiri Hilir, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kota Dumai</p>
<p>Provinsi DI Yogyakarta</p>
<p>Sleman</p>
<p>Provinsi Sulawesi Selatan</p>
<p>Pinrang</p>
<p>Provinsi Sulawesi Tengah</p>
<p>Buol, Morowali</p>
<p>Provinsi Sulawesi Utara</p>
<p>Kota Kotamobagu</p>
<p>Provinsi Sumatera Barat</p>
<p>Agam, Pasaman, Solok Selatan</p>
<p>Provinsi Sumatera Selatan</p>
<p>Kota Prabumulih</p>
<p>Dewi menegaskan sekaligus mengingatkan bahwa COVID-19 merupakan sebuah penyakit yang sangat dinamis sehingga memiliki pergerakan yang begitu cepat.</p>
<p>“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Dewi.</p>
<p>Laporan analisis mingguan data COVID-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas PPC-19 dapat diakses melalui laman resmi Gugus Tugas, yaitu covid19.go.id.</p>
<p>“Di mana di dalamnya nanti, kita dapat melihat berbagai analisis mingguan, yaitu di antaranya adalah perubahan angka kasus positif dan angka kematian, laju insidensi per 100.000 penduduk maupun angka kematian per 100.000 penduduk, distribusi kasus positif berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur, perkembangan pemetaan zonasi risiko daerah, risiko kematian pasien positif Covid berdasarkan kondisi penyerta maupun kelompok umur, perkembangan seluruh provinsi di Indonesia beserta kabupaten/kota,” ujar Dewi.</p>
<p>Di akhir konferensi pers, Dewi menyampaikan kutipan untuk memotivasi warga negara Indonesia dalam melawan COVID-19.</p>
<p>“Jika kita mengibaratkan bahwa kita sedang dalam sebuah perlombaan lari, kita belum sampai di garis finish. Maka saat ini, bukanlah saat yang tepat untuk berhenti atu keluar dari garis pertarungan ini. Namun yang lebih baik kita lakukan adalah bagaimana kita terus bergegas dan tetap waspada agar hingga di ujung jalanan kita akan keluar sebagai seorang pemenang, bukan orang yang kalah dalam pertarungan,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/">Zona Resiko COVID-19, Provinsi Papua Kini Termasuk Reziko Rendah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/zona-resiko-covid-19-provinsi-papua-kini-termasuk-reziko-rendah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Provinsi dengan Angka Kasus  COVID-19 Tertinggi</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 12:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kumulatif]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=378</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakata – Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Gugus Tugas Nasional mencatat lebih dari seribu kasus baru per hari ini, Senin (6/7). Upaya disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/" title="Lima Provinsi dengan Angka Kasus  COVID-19 Tertinggi">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/">Lima Provinsi dengan Angka Kasus  COVID-19 Tertinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM,</em>Jakata – Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Gugus Tugas Nasional mencatat lebih dari seribu kasus baru per hari ini, Senin (6/7). Upaya disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan dalam memutus mata rantai penularan.</p>
<p>Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa disiplin menjadi indikasi terhadap dampak terjadinya kasus penularan. Ia menyampaikan bahwa disiplin untuk mematuhi protol kesehatan harus dikuatkan oleh semua pihak.</p>
<p>“Kita sudah waktunya untuk saling mengingatkan, sudah waktunya untuk berupaya saling melindungi agar, pemutusan rantai ini bisa dilaksanakan dengan efektif.  Patuhi protokol kesehatan. Ikuti berita tentang COVID-19 ini dengan saluran-saluran yang benar,” lanjut Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (6/7). Menurutnya, menilik dari kinerja data bahwa di sebagian provinsi bahkan mungkin di sebagian kota, kasus masih bergerak menjadi semakin banyak. Dengan penguatan disiplin protokol kesehatan, Yurianto meyakini penularan COVID-19 dapat lebih terkendali dengan cepat.</p>
<p>“Kita sudah membuktikan di banyak provinsi bahwa, banyak yang sudah terkendali. Oleh karena itu, yakin kita bisa melaksanakan ini. Kita pasti bisa,” ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Yurianto mengingatkan bahwa kemungkinan masih ada kasus positif yang belum teridentifikasi dan berada di tengah masyarakat. Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menjawab kemungkinan yang paling benar agar tidak tertular.</p>
<p>“Setiap orang harus mematuhi untuk menjaga jarak. Setiap orang harus mematuhi untuk menggunakan masker dengan cara yang benar, dan setiap orang harus rajin mencuci tangan. Kalau, tidak, maka, akan sangat mungkin untuk terinfeksi dan kemudian akan menambah kasus positif,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, terkait perkembangan data COVID-19 per 6 Juli 2020, kasus kumulatif berjumlah 64.958 kasus. Penambahan kasus harian berjumlah 1.209 kasus. Sedangkan pemeriksaan spesimen, Yurianto mengatakan bahwa pemeriksaan hari ini (6/7) berjumlah 12.756 spesimen.</p>
<p>“Pemeriksaan ini seperti biasanya, setiap pada hari Senin, pasti akan menurun dengan drastis karena, beberapa laboratorium kita di hari Minggu tidak melaksanakan operasional pemeriksaan. Sehingga, hanya terbatas pada pemeriksaan yang dilaksanakan oleh jejaring laboratorium Kementerian Kesehatan,” tambahnya.  Sampai dengan saat ini, akumulasi yang sudah diperiksa untuk spesimen sebanyak 928.238.</p>
<p>Sebanyak 455 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di 34 provinsi telah terdampak COVID-19. Ia meminta semua pihak untuk bersikap waspada terhadap potensi penularan. Pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap orang dalam pemantauan yang ditengarai pernah melakukan kontak dekat dengan kasus positif sebanyak 38.748 orang.</p>
<p>“Ini yang terus akan kita lakukan tracing, kita lakukan pengamatan selama 14 hari terus menerus sehingga, diharapkan kalau akan menjadi sumber penularan dengan melalui pengujian yang agresif maka, kita bisa melakukan isolasi dengan cepat. Kemudian, pasien dalam pengawasan sampai saat ini masih kita lakukan pengawasan ketat sebanyak 13.360 orang,” ujar Yurianto.</p>
<p>Berikut lima provinsi dengan angka kasus tinggi, yakni Provinsi Jawa Timur 308 kasus, DKI Jakarta 232, Jawa Tengah 127, Jawa Barat 126, dan Sulawesi Selatan 84. Sedangkan kasus sembuh, angka per hari ini (6/7) berjumlah 814 dan akumulasinya berjumlah 29.919.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/">Lima Provinsi dengan Angka Kasus  COVID-19 Tertinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/lima-provinsi-dengan-angka-kasus-covid-19-tertinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
