<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mahasiswa Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/mahasiswa/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Aug 2020 02:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>mahasiswa Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Berperan untuk Menyelesaikan Konflik di Papua</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2020 05:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[jayapura]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=544</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jayapura – Puluhan mahasiswa Jayapura mengikuti kegiatan seminar wawasan kebangsaan, yang diselenggarakan Korem 172/Praja Wira Yakthi, Kamis (13/8), di Aula Makorem 172/PWY. Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan  menegaskan, seminar ini bertujuan untuk <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/" title="Mahasiswa Berperan untuk Menyelesaikan Konflik di Papua">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/">Mahasiswa Berperan untuk Menyelesaikan Konflik di Papua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Jayapura – Puluhan mahasiswa Jayapura mengikuti kegiatan seminar wawasan kebangsaan, yang diselenggarakan Korem 172/Praja Wira Yakthi, Kamis (13/8), di Aula Makorem 172/PWY. Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan  menegaskan, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan menyadari peran penting generasi muda (mahasiswa) dalam pembangunan serta untuk lebih memahami ideologi bangsa yaitu Pancasila.</p>
<p>Seminar yang  mengambil tema Jadilah Generasi Muda Kreatif Penentu Masa Depan Bangsa, diikuti oleh 16 Universitas yang ada di Jayapura dan dihadiri langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan bersama Ketua Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo, S.H., M.A., sebagai narasumber.</p>
<p>“Pada kesempatan ini, kita berikan pemahaman apa itu NKRI dan juga menyampaikan tentang bagaimana konflik Papua yang sampai saat ini masih terus kita upayakan untuk diselesaikan,”ujar  Danrem.</p>
<p>Keberadaan mereka disini, lanjut Danrem, diharapkan bisa menjadi salah satu unsur yang akan membantu segala upaya penyelesaian konflik di tanah Papua.</p>
<p>“Kedepan kita berharap semakin banyak lagi komponen-komponen masyarakat yang bisa kami ajak berkomunikasi karena kami yakin konflik ini hanya bisa diselesaikan dengan komunikasi,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Terkait banyaknya aksi demo menolak Otsus, pihaknya mengatakan bahwa mahasiswa tidak boleh terpancing oleh pihak-pihak yang ingin merongrong kedaulatan Republik Indonesia melalui generasi mudanya, jangan mudah percaya dengan berita-berita bohong (hoaxs).</p>
<p>“Memang banyak pihak yang menolak otsus karena mereka tidak tahu apa itu otsus, tetapi kalau mereka tahu saya yakin mereka tidak akan menolak, karena otsus ini untuk kesejahteraan masyarakat Papua. Jadi kalau ada pihak-pihak yang mengatakan gagal mungkin pihak-pihak itu yang sengaja untuk menghalangi upaya untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Papua”, ujar Danrem.</p>
<p>Sementara itu, Yan Christian Arebo, S.H., M.A., berharap lewat seminar ini dapat membuka wawasan para generasi muda khususnya para mahasiswa untuk lebih melihat masa depan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar.</p>
<p>“Melalui seminar ini juga kami harapkan agar dapat mengubah cara berpikir generasi muda Papua yang tadinya ada rasa kecurigaan terhadap Negara ini menjadi lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat menanamkan rasa nasionalisme kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,&#8221;pungkasnya.</p>
<p>Lanjutnya Yan menghimbau kepada generasi muda Papua untuk memandang kedepan, jangan lagi melihat ke belakang (masa lalu), sehingga generasi muda akan semakin maju menjadi generasi yang handal dan mampu menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>Dalam kegiatan seminar ini, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan pembagian masker merah putih gratis kepada seluruh peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Korem 172/PWY Kolonel Inf Achmad Fauzi dan para Kasi Korem 172/PWY serta di pandu oleh Pdt. MPA Mauri, S.Th.*</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/">Mahasiswa Berperan untuk Menyelesaikan Konflik di Papua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/mahasiswa-berperan-untuk-menyelesaikan-konflik-di-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2020 11:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=331</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Empat arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/" title="4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/">4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. <span id="more-193732"></span>Empat arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Presiden mengajak FRI jangan hanya menjadi forum komunikasi, namun harus dikemas menjadi forum saling peduli, forum saling berbagi, yaitu yang mampu membantu yang tidak mampu dan yang punya membantu yang tidak punya</p>
<p>“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring, untuk maju bersama, memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Presiden mengajak para rektor dan FRI untuk memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja. Kepala Negara menegaskan agar mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen tetapi  juga pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, praktisi hukum, dan para pelaku lapangan lainnya.</p>
<p>“Agar mahasiswa bisa menangkap perubahan yang dinamis, perubahan dunia yang dinamis, yang dipicu oleh disrupsi dan hiperkompetisi yang terjadi sekarang ini,” ujar Presiden.</p>
<p>Di era disrupsi dan hiperkompetisi sekarang, Presiden menjelaskan bahwa dunia berubah sangat cepat, banyak hal yang belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan.</p>
<p>“Banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tetapi harus melalui mengalami pengalaman nyata. Itulah pentingnya memerdekakan mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja,” tuturnya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Presiden mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk kerja sama dengan kawasan industri terdekat. Jika ada kawasan industri terdekat, Presiden tegaskan untuk mengajak segera bekerja sama, buka fakultas atau departemen atau program studi di kawasan industri yang karakter keilmuannya dekat dengan jenis industri di kawasan tersebut.</p>
<p>“Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa tetapi perguruan tinggi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk <em>research and development</em> di dunia industri, dan sekaligus untuk pengembangan ilmu murni,” katanya.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> Presiden sampaikan pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan mental, membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, serta memegang teguh Pancasila.</p>
<p>Suasana kampus, menurut Presiden, harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan antikorupsi, serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi. “Bapak-Ibu adalah orang tua mereka yang bertanggung jawab terhadap masa depan mereka dan sekaligus masa depan Indonesia,” jelas Presiden.</p>
<p>Semua itu, menurut Presiden, harus dilakukan dengan cepat dan sangat segera. Ia mengajak untuk memanfaatkan puncak bonus demografi sekarang ini untuk mencetak generasi muda yang unggul dan membangun Indonesia maju.</p>
<p>“Satu abad Republik Indonesia sudah dekat di 2045 nanti, tinggal 25 tahun lagi,” jelasnya. Untuk itu, Presiden mengajak untuk mencetak sejarah dan membuktikan bahwa Indonesia tidak akan terjebak pada <em>middle income trap.</em></p>
<p>Kepala Negara menegaskan kembali ajakan untuk membuktikan bahwa di tahun 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Dengan mengucap <em>bismillahirrahmanirrahim </em>Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2020 saya nyatakan dibuka,” pungkas Presiden di akhir arahan</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/">4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
