<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pembakaran Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/pembakaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/pembakaran/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 11:02:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>pembakaran Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/pembakaran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berharap Pembakaran di Dogiyai Tak Terulang Lagi, Ribka Haluk: Tangkap Pelaku!</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 11:02:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[dogiyai]]></category>
		<category><![CDATA[papua tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran]]></category>
		<category><![CDATA[ribka haluk]]></category>
		<category><![CDATA[tangkap pelaku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dogiyai, Papuadeadline, &#8211; Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, meminta aparat keamanan menangkap pelaku pembakaran kantor pemerintahan di Kabupaten Dogiyai dan 8 petak rumah kontrakan yang terjadi Senin (31/7/2023). &#8220;Saat pembakaran itu, saya sedang berkantor <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/" title="Berharap Pembakaran di Dogiyai Tak Terulang Lagi, Ribka Haluk: Tangkap Pelaku!">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/">Berharap Pembakaran di Dogiyai Tak Terulang Lagi, Ribka Haluk: Tangkap Pelaku!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dogiyai, Papuadeadline,</strong> &#8211; Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, meminta aparat keamanan menangkap pelaku pembakaran kantor pemerintahan di Kabupaten Dogiyai dan 8 petak rumah kontrakan yang terjadi Senin (31/7/2023).</p>
<p>&#8220;Saat pembakaran itu, saya sedang berkantor di Kabupaten Dogiyai, sehingga saya bersama Pj Bupati Dogiyai Petrus Agapa, langsung mendatangi kedua lokasi bangunan yang dibakar serta berdiskusi dengan pemilik rumahnya yang dibakar,&#8221; kata Ribka.</p>
<p>Ribka jyga meminta kasus pembakaran fasilitas umum dan rumah-rumah warga ini menjadi peristiwa terakhir, dan kasus ini diserahkan kepada aparat keamanan untuk menangkap pelakunya.</p>
<p>“Tadi dalam dialog kita, masyarakat sudah sepakat apabila ada kasus pembakaran, agar kasus itu diserahkan kepada aparat keamanan untuk menangkap pelakunya. Jadi saya harapkan polisi segera melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Ribka, bahwa kantor yang dibakar tidak beroperasi dan tidak ada yang berkantor. Lantas, hal ini menjadi peluang bagi pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksi pembakaran tersebutm</p>
<p>“Kalau saya pelajari, ini akumulasi dari masalah-masalah yang tidak cepat diselesaikan oleh pemerintah daerah, seperti masalah hak ulayat adat pemilik tanah. Ini yang kedepan saya harapkan dari pemerintah daerah di kabupaten untuk peka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Selama saya disini, masyarakat saya lihat sangat baik dan tadi kita juga berdiskusi dan berdialok dengan hati ke hati,” jelasnya.</p>
<p>Pada saat melihat rumah yang terbakar, Ribka Haluk merasa gerah mengingat yang tinggal di rumah kontrakan tersebut seorang guru yang bekerja untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak di Dogiyai.</p>
<p>“Ini harusnya tidak boleh lagi terjadi. Lihat ini korbannya seorang guru, dia mengabdi untuk masyarakat disini. Sekali lagi saya minta polisi untuk mengambil tindakan dan menangkap pelakunya,” sebutnya.</p>
<p>Di tempat yang sama Pj Bupati Dogiyai Petrus Agapa mebgatakan gedung pemerintah yang dibakar merupakan bangunan milik Bapeda Kabupaten Dogiyai, yang selama ini sedang bersengketa dengan pemilik hak ulayat.</p>
<p>“Ini adalah gedung kantor Bapeda yang kemudian dipinjamkan ke Dinas Kesbangpol dan Koperasi. Namun karena dilihat bukan hanya Bapeda yang berkantor disini, pemilik hak ulayat meminta haknya lebih. Sehingga akhirnya kantor ini dikuasai oleh masyarakat. Namun, siapa pelaku pembakaran, kami tidak bisa menyimpulkannya,”katanya.</p>
<p>Sementara itu pemilik rumah kontrakan Petrus Anow mengungkapkan tak mengetahui apa penyebab rumah kontrakannya dibakar. Bahkan saat kejadia ia sedang mengikuti diskusi bersama Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk.</p>
<p>“Ini ada 8 petak rumah kontrakan. Tadi saat terjadi kebakaran saya tidak mengetahuinya, tau-tau kembali rumah sudah hangus terbakar. Saya juga tinggal disini, tidak ada harta benda yang bisa saya selamatkan,” jelasnya.</p>
<p>“Seminggu sebelumnya, ada 7 petak rumah kontrakan saya disebelahnya juga dibakar. Saya sendiri heran, kenapa rumah saya dibakar. Bukan hanya saya yang menjadi korban, termasuk pihak yang mengontrak juga barangnya habis terbakar,” timpalnya.</p>
<p>Ditambahkan sorang ibu guru SMP Negri di Dogiyai, ia menyampaikan kepada PJ Gubernur Papua bahwa tempat tinggalnya sudah ludes terbakar pada saat pulang dari mengajar.</p>
<p>“Hanya pakaian yang saya punya saat ini. Semuanya sudah hangus terbakar. Beruntung, ketiga anak saya tidak berada di rumah saat kejadian. Namun, sampai saat ini kami sendiri tak mengetahui kenapa tempat tinggal kami dibakar,” akunya. (<strong>Is</strong>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/">Berharap Pembakaran di Dogiyai Tak Terulang Lagi, Ribka Haluk: Tangkap Pelaku!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/berharap-pembakaran-di-dogiyai-tak-terulang-lagi-ribka-haluk-tangkap-pelaku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kantor Bupati Dirusak  Serta Pembakaran Kantor Disnaker dan  Kantor PMK Keerom</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 13:50:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[keerom]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=690</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Keerom – Aksi pengerusakan  Kantor Bupati Keerom dan pembakaran pembakaran Kantor Kantor Disnaker, Kantor PMK Keerom dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom, Kamis (1/10) sekitar pukul 16.16 <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/" title="Kantor Bupati Dirusak  Serta Pembakaran Kantor Disnaker dan  Kantor PMK Keerom">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/">Kantor Bupati Dirusak  Serta Pembakaran Kantor Disnaker dan  Kantor PMK Keerom</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Keerom – Aksi pengerusakan  Kantor Bupati Keerom dan pembakaran pembakaran Kantor Kantor Disnaker, Kantor PMK Keerom dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom, Kamis (1/10) sekitar pukul 16.16 WIT</p>
<p>Dari kronologis yang diperoleh sekitar pukul 13:45 WIT, anggota Polres Keerom menuju Kantor Bupati Keerom untuk melaksanakan pengamanan. Pukul 13.56 Wit, anggota Polres Keerom tiba di tempat pengamanan Kantor Bupati Keerom.</p>
<p>Sekitar pukul 16.16 WIT , massa yang berjumlah kurang lebih 250 orang yang tidak terima dengan hasil pengumuman dan melakukan pengerusakan di seputaran Kantor Bupati Kabupaten Keerom dengan melempari kaca bangunan Kantor Bupati dengan batu.  Sehingga anggota gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta menembakan gas air mata  agar massa berhenti melakukan kegiatan anrkisnya. Tak hanya itu melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil Water Canon Polres Keerom dilakukan agar memukul mundur dan melerai massa yang melakukan pengerusakan Kantor Bupati.</p>
<p>Pukul 16.30 WIT, selain melakukan pengerusakan kantor Bupati massa aksi juga  melakukan pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor PMK hangus terbakar.</p>
<p>Pukul 17.22 Wit, gabungan anggota BKO Brimob Kotaraja bersama personil Polres Keerom kembali mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta mengeluarkan tembakan gas air mata untuk melerai masa yang melakukan aksi pembakaran, sehingga massa dapat dikendali dan mundur.</p>
<p>Kepolisian melakukan pengamanan, dengan penambahan BKO Polda Papua 1 SSK ( Brimob Polda dan Samapta Polda Papua ), membubarkan massa aksi yang melakukan pengeruskan dan pembakaran disekitar Kantor Bupati, melakukan negoisasi dengan para tokoh, mendata jumalah kerusakan akibat kejadian tersebut.</p>
<p>Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, saat ini situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan dan anggota masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi.</p>
<p>“Kantor Bupati Keerom sebagian kaca pecah akibat lemparan batu, Kantor Disnaker dan Kantor PMK hangus dibakar massa,”ujar Kabid Humas, Kamis (1/10) malam</p>
<p>Diungkapkan, jalan Trans Arso yang sempat dipalang oleh massa telah dibuka kembali. Kasus pengeruskan dan pembakaran ini dilakukan pasca pengumuan hasil CPNS Formasi 2018 Kabupaten Keerom. Kami meminta warga lainnya untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian yang terjadi saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/">Kantor Bupati Dirusak  Serta Pembakaran Kantor Disnaker dan  Kantor PMK Keerom</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kantor-bupati-dirusak-serta-pembakaran-kantor-disnaker-dan-kantor-pmk-keerom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
