<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penembakan Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/penembakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/penembakan/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Aug 2024 00:10:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>penembakan Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/penembakan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pilkada Belum Dimulai Ada Kelompok Yang Ingin Kuasai SDA Papua</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 00:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[intan jaya]]></category>
		<category><![CDATA[kkb]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[papua tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[sda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=8254</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAYAPURA,papuadeadline.com &#8211; Pembatalan rekomendasi Partai Golkar kepada Paulus Waterpauw disorot Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Tabi, Yakonias Wabrar. Ia menilai pembatalan rekomendasi ini bentuk penzoliman terhadap Kaka Besar Paulus Waterpauw yang diinginkan oleh Masyarakat <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/" title="Pilkada Belum Dimulai Ada Kelompok Yang Ingin Kuasai SDA Papua">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/">Pilkada Belum Dimulai Ada Kelompok Yang Ingin Kuasai SDA Papua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA,papuadeadline.com &#8211; Pembatalan rekomendasi Partai Golkar kepada Paulus Waterpauw disorot Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Tabi, Yakonias Wabrar.</p>
<p>Ia menilai pembatalan rekomendasi ini bentuk penzoliman terhadap Kaka Besar Paulus Waterpauw yang diinginkan oleh Masyarakat Papua sebagai calon gubernur.</p>
<p>&#8220;Kami sangat kecewa dengan hal ini karena awalnya sudah memberikan rekomendasi kepada bapak Paulus Waterpauw kemudian dipindahkan ke orang lain. Ini artinya partai Golkar sudah menzolimi pak Paulus Waterpauw. Ini juga melanggar aturan AD/ART Partai Golkar,&#8221; katanya kepada pers di Kota Sentani, Rabu (14/8/2024).</p>
<p>Menurutnya, pembatalan rekomendasi ini terpaksa dilakukan oleh Partai Golkar karena mendapat tekanan dari eksternal partai atau kekuasaan.</p>
<p>&#8220;Dari keputusan ini bisa dilihat bahwa ini bukan keinginan dari partai Golkar, tapi ada kekuatan dari luar yang mendorong Golkar untuk mengambil keputusan seperti ini. Ini jelas kepentingan orang luar yang memaksa Golkar melakukan hal-hal seperti ini di luar ketentuan partai,&#8221;tuturnya.</p>
<p>Disamping Partai Golkar mendapat tekanan eksternal, Yakonias juga menduga bahwa pembatalan rekomendasi ini dilakukan karena kepentingan kelompok tertentu yang ingin menguasai Sumber Daya Alam Papua.</p>
<p>&#8220;Sangat jelas kita lihat bahwa ini ada kepentingan kelompok yang dimainkan untuk menguasai Sumber Daya Alam di Papua. Kelompok ini membutuhkan orang yang bisa disetir atau diajak kompromi, makanya rekomendasi ini dicabut dan diserahkan kepada orang lain,&#8221;tuturnya.</p>
<p>&#8220;Kelompok ini takut ketika Kaka Besar Paulus Waterpauw menjadi gubernur maka mereka tidak bisa mendikte pak Paulus Waterpauw karena beliau itu punya prinsip dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat Papua,&#8221;tambahnya.*<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240815_090459_439.sdocx--></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/">Pilkada Belum Dimulai Ada Kelompok Yang Ingin Kuasai SDA Papua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/pilkada-belum-dimulai-ada-kelompok-yang-ingin-kuasai-sda-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKB Tembak Mati Masyarakat Sipil di Sugapa Intan Jaya</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 21:07:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[intan jaya]]></category>
		<category><![CDATA[kkb]]></category>
		<category><![CDATA[papua tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=8251</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTAN JAYA,papuadeadline.com &#8211; Terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bunyi tembakan terdengar dari arah Kampung Wandoga setelah personil Pasasgat menerbangkan drone untuk memantau area. Dari pantauan drone tersebut, terlihat satu korban tergeletak <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/" title="KKB Tembak Mati Masyarakat Sipil di Sugapa Intan Jaya">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/">KKB Tembak Mati Masyarakat Sipil di Sugapa Intan Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>INTAN JAYA,papuadeadline.com &#8211; Terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bunyi tembakan terdengar dari arah Kampung Wandoga setelah personil Pasasgat menerbangkan drone untuk memantau area. Dari pantauan drone tersebut, terlihat satu korban tergeletak di area bawah sungai Wabu, Selasa, 13 Agustus 2024, sekitar pukul 14.55 WIT, di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.</p>
<p>Korban yang diidentifikasi bernama Raimon Gustam Kailimang, pekerja proyek TJP (Tigi Jaya Permai), berasal dari suku Makassar. Korban mengalami luka-luka serius, di antaranya luka tembak pada bagian kepala yang menembus dari telinga kiri ke telinga kanan, Luka Tembak dilengan Kanan, Luka Tembak di Dada Kanan.</p>
<p>Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan, penembakan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya , yang mengakibatkan korban meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Yang melakukan penembakan adalah KKB Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya,&#8221; ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.</p>
<p>Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, dalam keteranganya mengungkapkan kronologi kejadian. Pada hari Selasa, 13 Agustus 2024, sekitar pukul 14.55 WIT, di Kali Wabu, korban Raimon Gustam Kailimang (MD) bersama rekannya, Robi Belau, turun ke kali untuk mengambil air. Setibanya di lokasi, mereka turun dari mobil dan mengeluarkan selang untuk menyedot air dari kali. Tiba-tiba, seorang anggota KKB dengan membawa senjata panjang mendekati mereka.</p>
<p>“Pelaku, yang diidentifikasi sebagai anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya. berdasarkan keterangan saksi dan hasil identifikasi foto, pelaku menembak korban Raimon Gustam Kailimang dari jarak sekitar satu meter. Pelaku juga melakukan pemukulan terhadap Robi Belau, rekan korban, sebelum melarikan diri ke arah Gunung Wabuk,”jelas Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.</p>
<p>Saksi yang berada di lokasi kejadian adalah Robi Belau, warga Kampung Tigamasigi, yang juga menjadi korban pemukulan. Saat ini, Robi Belau masih menjalani Pemeriksaan oleh tim penyidik Ops Damai Caretnz-2024 dan Polres Intan Jaya untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.</p>
<p>Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno menekankan bahwa korban merupakan masyarakat sipil dan bukan mata-mata pemerintah, seperti yang selalu dicurigai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).</p>
<p>“Jenazah korban telah dievakuasi oleh Satgas Tindak Ops Damai Cartenz dan Satgas 509/BY ke Puskesmas Sugapa dan Jenazah korban direncanakan akan dikirim ke Makasar Kampung halamanya pada rabu 14 Agustus 2024.”, Tutup Kasatgas Humas.*<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240814_060311_784.sdocx--></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/">KKB Tembak Mati Masyarakat Sipil di Sugapa Intan Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/kkb-tembak-mati-masyarakat-sipil-di-sugapa-intan-jaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota TNI dan Seorang Warga Tertembak di Intan Jaya</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2024 02:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[intanjaya]]></category>
		<category><![CDATA[kkb]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=7757</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTAN JAYA,papuadeadline.com – Kontak tembak terjadi antara aparat gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Jumat (1/3/2024). Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/" title="Anggota TNI dan Seorang Warga Tertembak di Intan Jaya">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/">Anggota TNI dan Seorang Warga Tertembak di Intan Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>INTAN JAYA,papuadeadline.com – Kontak tembak terjadi antara aparat gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Jumat (1/3/2024).</p>
<p>Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi membenarkan kontak tembak tersebut.</p>
<p>Kabid Humas mengatakan kontak tembak terjadi pada Jumat (1/3/2024) sekitar pukul 12.20 WIT di Kampung Mamba, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.</p>
<p>“Kejadian kontak tembaj berjarak sekitar 130 meter dari Kantor Bupati Intan Jaya, di Kampung Mamba Distrik Sugapa,”ucap Kabid Humas, Sabtu (2/3/2024). Terkait dengan kronologis kejadian, Kabid Humas mengatakan sekitar pukul 10.00 WIT terdengar 2 (dua) kali letusan senjata api laras panjang dari arah depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.</p>
<p>“Mendengar bunyi tembakan tersebut, personel gabungan Polres Intan Jaya dan Brimob Satgas Damai Cartenz langsung meresponsnya,”ungkapnya.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 12.20 wit terjadi Kontak tembak antara KKB wilayah Intan Jaya dengan aparat gabungan TNI-Polri.</p>
<p>“Dari kejadian kontak tembak tersebut terdapat dua orang terkena tembakan yakni satu personel TNI Raider 330, Prada David yang terkena tembakan di bagian perut bagian samping tembus body vest depan dan satu warga masyarakat bernama Nelon Sani (16) terkena tembakan pada lengan kiri tembus perut,” beber Kombes Benny.</p>
<p>Sementara itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri mengatakan saat ini kedua korban telah dievakuasi ke Kabupaten Timika menggunakan helikopter milik TNI. “Saat ini kedua korban telah dievakuasi ke Kabupaten Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI tadi siang sekitar pukul 14.32 WIT,” tuturnya.</p>
<p>“Aparat gabungan TNI-Polri yang ada di Kabupaten Intan Jaya saat ini melakukan patroli secara intensif guna mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan,”imbuhnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/">Anggota TNI dan Seorang Warga Tertembak di Intan Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/anggota-tni-dan-seorang-warga-tertembak-di-intan-jaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 22:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ilaga]]></category>
		<category><![CDATA[kkb]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[mimika]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=7219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga Sipil Korban Tembak KKB di Puncak Dievakuasi ke Timika Jayapura, Papuadeadline.com, &#8211; Lukman Ahmad (32), warga sipil yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah itu akhirnya dievakuasi ke <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/" title="">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/"></a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Warga Sipil Korban Tembak KKB di Puncak Dievakuasi ke Timika</p>
<p dir="ltr"><strong>Jayapura, Papuadeadline.com</strong>, &#8211; Lukman Ahmad (32), warga sipil yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah itu akhirnya dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Kamis (24/8/2023).</p>
<p dir="ltr">Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, korban  yang diterbangkan menggunakan pesawat Reven Global Airtransport/PK-RVV dengan pilot Capt. Putri Ghassani ke Kota Timika itu, guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.</p>
<p dir="ltr">“Korban sudah dievakuasi dari Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak ke Kabupaten Mimika pada pukul 08.20 WIT,” kata Benny.</p>
<p dir="ltr">Tidak sendiri, keberangkatan korban juga turut didampingi tenaga medis dari RSUD Ilaga.</p>
<p dir="ltr">“Saat ini korban telah berada di RSUD Mimika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tutur Kombes benny</p>
<p dir="ltr">Diberitakan sebelumnya KKB menembak warga sipil bernama Lukman Ahmad (32) di Kompleks Pasar Tradisional Ilaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (23/8/2023).</p>
<p dir="ltr">Kombes Benny  membenarkan  Lukman Ahmad mengalami luka serius yakni pada bagian pelipis dan kepala belakang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi peluru tembus dari pelipis ke bagian belakang kepala korban,&#8221; kata Benny, Kamis (24/8/2023).</p>
<p dir="ltr">Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Kompol Nyoman menambahkan, tak hanya menembak warga, KKB juga membakar sebuah bangunan di Jalan Pinggir, Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.</p>
<p dir="ltr">Kronologi kejadian penembakan berawal sekitar pukul 18.40 WIT, dimana saat korban Lukman tengah berada di kiosnya.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Tidak lama kemudian korban mendengar suara langkah seseorang yang mendekatinya, dan dengan cepat melakukan penembakan ke arah korban menggunakan senjata laras pendek,&#8221; bebernya.</p>
<p dir="ltr">Lanjut Kompol Nyoman,  aparat keamanan TNI-Polri yang saat itu merespons suara tembakan lalu ke lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi terluka dan berdarah di kepala.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tapi kondisi korban masih sadar. Kemudian aparat keamanan melakukan penyisiran, dan pelaku tidak ditemukan di area TKP yang kemungkinan sudah melarikan diri,” terang Kompol Nyoman. (<strong>Ib</strong>)</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/"></a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/7219/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKSB di Nduga Berulah, Seorang Warga Sipil Tertembak</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 11:43:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[nduga]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=700</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jayapura – Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di  Papua terus berulah. Sementara pemerintah telah beritikad baik dengan menerjunkan TPGF Intan Jaya untuk mengusut tuntas kekerasan yang terjadi beberapa waktu terakhir, KKSB tetap saja berulah. Setelah kemarin <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/" title="KKSB di Nduga Berulah, Seorang Warga Sipil Tertembak">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/">KKSB di Nduga Berulah, Seorang Warga Sipil Tertembak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Jayapura – Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di  Papua terus berulah. Sementara pemerintah telah beritikad baik dengan menerjunkan TPGF Intan Jaya untuk mengusut tuntas kekerasan yang terjadi beberapa waktu terakhir, KKSB tetap saja berulah.</p>
<p>Setelah kemarin (5/10/2020) sore KKSB menembaki Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya, Selasa  (6/10/2020) pagi,  KKSB menembaki pos TNI yang berada di Pasar Baru Kenyam Kabupaten Nduga. Akibat aksi KKSB tersebut, seorang warga bernama  Yulius Wetipo (34 tahun)yang merupakan  karyawan PT Dolarosa tertembak di pinggang kiri tembus ke punggung kanan.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 07.14 WIT. Pada saat itu, pos TNI di Pasar Baru Kenyam sedang mendapat gangguan tembakan dari KKSB sebanyak 3 kali tembakan dari arah sungai depan Camp PT Dolarosa.  Ini dibenarkan Kapen Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa aat dikonfermasi, Selasa (6/10/2020) siang.</p>
<p>“Pada saat yang sama melintas sebuah motor yang dikendarai oleh korban menuju ke kamp PT Dolarosa untuk masuk kerja. Saat melintas pos, korban sudah diingatkan untuk berbalik arah karena sedang ada gangguan tembakan dari KKSB, namun korban tetap melanjutkan perjalanan. Saat gangguan tembakan KKSB terjadi lagi sebanyak 5 kali, korban baru berbalik arah namun kemudian korban terkena tembakan dan terjatuh,”ujarnya.</p>
<p>Dikatakan, Danpos TNI yang ada di Pasar Baru Kenyam  memanggil ambulance untuk membantu evakuasi korban ke Puskesmas terdekat sambil menunggu gangguan tembakan reda. Sampai dengan gangguan tembakan dari KKSB terhenti, seluruh prajurit di pos tersebut tidak ada yang membalas tembakan karena sumber dan arah tembakan yang tidak menentu.</p>
<p>“Korban kemudian diantar ke Puskesmas Pasar Baru Kenyam untuk mendapatkan penanganan medis sambal menunggu evakuasi ke Timika untuk perawatan lebih lanjut. Setelah mendapat penanganan pertama dari Puskesmas Kenyam, pukul 11.19 WIT korban dibawa ke bandara Kenyam untuk dievakuasi ke Timika. Dan pada pukul 11.67 WIT , korban an Yulius Wetipo dievakuasi dengan pesawat Airfast PK-OCJ ke Timika untuk dirawat di RS Charitas Timika. Korban didampingi oleh 3 orang karyawan PT. Dolarosa, (Sandi, Niko dan Salvar) dan 1 orang petugas kesehatan Kabupaten Nduga  bernama  ibu Yulianti,”kata Kapen Kogabwilhan III.</p>
<p>Ditegaskannya,  dengankejadian ini menegaskan bagaimana KKSB yang tidak mempedulikan TGPF bentukan pemerintah yang sedang bekerja. Suriastawa juga membenarkan bahwa kemarin telah terjadi gangguan tembakan ke kantor Kodim Persiapan Kab. Intan Jaya namun tidak ada korban.</p>
<p>“Dan hari ini mereka kembali berulah yang mengakibatkan warga setempat yaitu  Yulius Wetipo (34 tahun) karyawan PT Dolarosa tertembak. Dia menekankan bahwa personel TNI di pos Pasar Baru Kenyam tidak ada yang membalas tembakan sehingga dipastikan bahwa  Yulius terkena tembakan kelompok KKSB, diperkirakan kelompok Egianus Kagoya,”tandasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/">KKSB di Nduga Berulah, Seorang Warga Sipil Tertembak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/kksb-di-nduga-berulah-seorang-warga-sipil-tertembak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Olah TKP Penembakan Pendeta, OPM: Penembak Pendeta Oknum Anggota TNI</title>
		<link>https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 06:38:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[tni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=674</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,wartaplus.com &#8211; Tim Gabungan TNI-Polri menggelar Olah TKP terkait kasus penembakan Pendeta Yerima Zanambani dan Anggota BKO Koramil Persiapan  Hitadipa Pratu Serka Sahlan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (26/09/2020) pukul 09.06 WIT. Olah <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/" title="Olah TKP Penembakan Pendeta, OPM: Penembak Pendeta Oknum Anggota TNI">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/">Olah TKP Penembakan Pendeta, OPM: Penembak Pendeta Oknum Anggota TNI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE</em>,wartaplus.com &#8211; Tim Gabungan TNI-Polri menggelar Olah TKP terkait kasus penembakan Pendeta Yerima Zanambani dan Anggota BKO Koramil Persiapan  Hitadipa Pratu Serka Sahlan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (26/09/2020) pukul 09.06 WIT. Olah TKP tersebut dipimpin Ipda Y. Urbinas, didampingi Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G. Antara. Sebelumnya, digelar apel persiapan di Guest House Pos Brimob Satgas Pam Rahwan menuju Distrik Hitadipa.</p>
<p>Seluruh personil tiba di Kampung Sugapa Lama, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Kampung Hitadipa, karena akses jalan untuk kendaraan roda empat terputus. Seluruh personil tiba di Pos TNI Satgas Apter dan Pos 400 R Hitadipa, guna melaksanakan koordinasi dengan anggota dari Korem 173 PVB terkait olah TKP.</p>
<p>Adapun 3 lokasi dilaksanakannya olah TKP yakni Pos TNI Satgas Apter Hitadipa, Kampung Bomba, Distrik Hitadipa dan Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa.</p>
<p>Pelaksanaan olah TKP berjalan dengan aman dan lancar. Selanjutnya seluruh personil kembali ke Guest House Pos Brimob Satgas Pam Rahwan Intan Jaya, guna melakukan apel konsolidasi.</p>
<p>Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, olah TKP yang dilaksanakan tim gabungan TNI-Polri, guna mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait penembakan yang terjadi di kabupaten Intan Jaya, sehingga mendapatkan titik terang dari retetan kasus penembakan tersebut.</p>
<p>Dikatakan dalam kurun 2 bulan terakhir ini telah terjadi kasus kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kabupaten Intan Jaya, dimana dari kejadian tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa.</p>
<p>“Aparat TNI/Polri akan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut, karena sudah meresahkan warga yang ada di sekitar daerah tersebut,” tegasnya.</p>
<p>Diketahui, Pendeta Yerima Zanambani meninggal setelah ditembak di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT. Sedangkan Serka Sahlan gugur, setelah ditembak di Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa, Kamis (17/9) sekitar pukul 10.50 WIT.</p>
<p>Direktur Eksekutif  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia) Theo Hesegem, mengusulkan  kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, segera membentuk Tim Gabungan, untuk mengungkap pelaku dugaan penembakan yang menyebabkan meninggalnya <strong> </strong>Pendeta Yeremia Zanambani, serta serangkaian kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya sepekan terakhir ini Demikian disampaikan Theo Hesegem</p>
<p>Diketahui, Pendeta Yeremia Zanambani ditemukan meninggal dunia di kampung Bomba, distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya, Minggu (20/09/2020) pukul 14.40 WIT.</p>
<p>Theo mengatakan, kalau ada tim gabungan itu kerja jauh lebih efektif, dari pada propoganda, sehingga tim ini jadi tim independen, yang tidak berpihak kepada pihak TNI-Polri atau TPNPB-OPM. “Tim ini betul-betul mengungkapkan kebenaran, kejujuran dan keadilan sehingga tidak merugikan keluarga korban,” terangnya.</p>
<p>Pertama<strong style="font-style: inherit;">,</strong> tim gabungan dibentuk oleh Gubernur Papua, dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) resmi oleh Gubernur. Dalam tim melibatkan semua pihak Komnas HAM Papua, LSM, Gereja, TNI, Polri dan pemerintah, termasuk MRP. “Tim yang dimaksud sangat independen dan tidak berpihak kepada TNI/Polri dan TPNPB/ OPM,” tuturnya.</p>
<p>Kedua<strong>, </strong>kalau bentuk  tim masing-masing, maka akan terjadi saling menyalakan satu sama lain, akhirnya kasus ini tidak akan terungkap secara transparan.</p>
<p>Ketiga<strong>,</strong> saya membaca berita Polda Papua akan melakukan Olah TKP, dan itu adalah kewenangan mereka, tapi perlu diketahui Polda Papua sudah mengklaim bahwa penembakan itu dilakukan oleh KKB, maka masyarakat tidak akan percaya dengan tim yang dibentuk oleh Polda Papua.</p>
<p>Keempa<strong>t, </strong>propoganda antara TNI dan TPNPB/OPM itu bukan hal yang baru, tapi  itu sudah biasa bagi mereka. Sedangkan yang korban adalah masyarakat sipil.</p>
<p>Kelima<strong>,</strong> semua pihak harus terbuka dan transparan mengungkapkan kasus yang dimaksud. “Selama ini masing-masing kerja sendiri, sehingga sering menyalakan satu sama yang lain, untuk itu bentuk tim gabungan ini sangatlah penting,” tukasnya.</p>
<p>Propoganda ini, jelasnya, bukan sesuatu hal yang baru. Kalau kita bilang KKB yang menembak berarti sangat menyakitkan hati keluarga korban. Kemungkinan besar KKB itu mengetahui seorang pendeta yang dimaksud, mereka juga adalah bagian dari umatnya. Apalagi dia adalah pimpinan Gereja di Intan Jaya.</p>
<p><strong>Bertemu</strong></p>
<p>Bupati Kabupaten Intan Jaya Natali Tabuni S.s M.si, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri S.I.K, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan bertemu keluarga korban Pdt. Yeremias Zanambani, Kamis (24/9) di ruang tamu Bupati Kabupaten Intan Jaya. Hadir juga  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Papare S.I.K, Dandim 1705/PN Letkol Inf Benny Wahyudi, Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G. Antara</p>
<p>“Kita ingin menyapa secara pribadi dan juga kita mau mendengarkan kronologi kejadian yang mangakibatkan Pdt.Yeremias Zanambani meninggal dunia dan pada dasarnya TNI-Polri hadir di Kabupaten Intàn Jaya untuk memberikan rasa aman, oleh karena itu keluarga dapat menceritakan apa yang sebenarnya keluarga ketahui terkait kejadian ini. Kejadian ini, keluarga berpikir bahwa urusan hidup adalah urusan Tuhan,  hilangnya nyawa akan berurusan dengan Tuhan. Untuk itu pihak keluarga dapat menerima dan berpikir kedepan oleh karena itu disini sudah pemerintah daerah serta pimpinan dari aparat TNI/Polri untuk menceritakan dan tidak perlu takut,”ujar Bupati</p>
<p>Dikatakan, dirinya ingin mendengar langsung kejadian dari istri pdt. Yeremia Zanambani sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah untuk disampaikan kepada Pimpinan kemudian ada beberapa penyampaian dari Bapak Wakapolda dan Bapak Danrem.</p>
<p>Sementara itu Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri S.I.K, dalam kesempatannya menyampaikan permohonan maaf, karena Kapolda ada kegiatan di Kodam sehingga tidak dapat hadir. “Dan saya diperintahkan untuk bertemu serta hadir disini khususnya kepada ibu Almarhum Pdt. Yeremia Zanambani untuk mendengar sesungguhnya apa yang telah terjadi dan saya jamin apa yang disampaikan akan saya teruskan Kepada pimpinan kami,”janji Wakapolda.</p>
<p>Mengawali penyampaian ini, saya mewakili kepolisian turut berduka cita atas meninggalnya orang terkasih semoga amal ibadah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.</p>
<p>Kehadiran TNI-Polri di Kabupaten ini untuk memberikan rasa aman sehingga saya berhadap semua warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya tidak perlu takut dan tetap waspada apabila melakukan aktifitas diluar rumah.</p>
<p>“Kami dari pihak kepolisian akan melakukan penegakkan hukum bagi siapa saja yang melakukan tindakan kriminal. Saya mengajak kita semua untuk mari menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,”ujarnya.</p>
<p>Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, dalam kesempatannya mengatakan,  sebagai Komandan Korem 173 yang bertanggung jawab terhadap satuan jajaran kewilayahan temasuk di Kabupaten Intan Jaya, salam hormat juga dari Panglima dan turut berduka kepada keluarga Alm. Pdt. Yeremias Zanambani.</p>
<p>“Saya mewakili pimpinan TNI hadir disini untuk melihat dan mendengar dari keluarga maupun warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya apa yang terjadi, sehingga saya bisa mengetahui persis dari ibu pdt . Yeremias Zanambani dan warga yang memang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Intinya kehadiran TNI dan Polri datang kesini untuk memberi ketenangan dan rasa nyaman membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten ini lebih baik lagi kedepannya,”ujarnya.</p>
<p>Ungkap dia, dirinya ingin mendengar dari hadirin yang ada di Hitadipa termasuk saran dan masukan apa yang akan disampaikan.</p>
<p>“Yang jelas kami menjalankan tugas tidak terbesit sedikit melukai atau menyakiti rakyatnya. Bapak Panglima mencintai warga sekalian yang ada di Kabupaten Intan Jaya. Selain bapak pendeta beberapa waktu lalu adanya warga sipil warga sipil dan anggota kami di tembak dan meninggal dunia. Kabar terbaru bahwa saudara Laode yang merupakan korban kekerasan yang dilakukan KKB di Kampung Mamba pada hari Kamis tanggal 24 September kemarin telah meninggal dunia, sementara satu korban saudara Fatur masih dirawat. Selain warga sipil, anggota kami yakni Serka Sahlan dan Praka Dwi Akbar Utomo meninggal dunia akibat tertembak saat kontak tembak dengan KKB, kami doakan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,”ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya ibu Mariam Joani Istri dari almarhum Pdr. Yeremia Zanambani menceritakan kejadian penembakan terhadap almarhum Pendeta Yeremias Zanambani kepada Wakapolda, Dandrem dan Bupati Intan Jaya. Pertemuan tersebut diakhir dengan penyerahan santunan dari Wakapolda Papua dan Danrem 173 / PVB kepada Istri dari Alm. Pdt Yeremia Zanambani.</p>
<p>Sementara itu kerabat pendeta Yeremia Zanambani yang tewas tertembak di distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9) menyebut pelaku penembakan merupakan anggota TNI.</p>
<p>Hal ini disampaikan pihak kerabat dalam rilis yang dikeluarkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Jumat (25/9).</p>
<p>&#8220;Benar Bapa Yeremia ditembak oleh TNI, kami kenal karena ada satu anggota TNI Atas Nama Alpius, dia anggota Koramil Hitadipa, yang kami anggap anak kami bersama mereka,&#8221; kata pihak kerabat Yeremia.</p>
<p>Kerabat pendeta Yeremia Zanambani yang tewas tertembak di distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9) menyebut pelaku penembakan merupakan anggota TNI.</p>
<p>Hal ini disampaikan pihak kerabat dalam rilis yang dikeluarkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Jumat (25/9).</p>
<p>&#8220;Benar Bapa Yeremia ditembak oleh TNI, kami kenal karena ada satu anggota TNI Atas Nama Alpius, dia anggota Koramil Hitadipa, yang kami anggap anak kami bersama mereka,&#8221; kata pihak kerabat Yeremia.</p>
<p>Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menerangkan keterangan itu disampaikan dalam pertemuan pihak keluarga pendeta Yeremia, Keluarga Besar Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), dan sejumlah pejabat di kediaman Bupati Intan Jaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/">Olah TKP Penembakan Pendeta, OPM: Penembak Pendeta Oknum Anggota TNI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/tanah-papua/olah-tkp-penembakan-pendeta-opm-penembak-pendeta-okmum-anggota-tni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Anggota KKSB Ditembak Anggota TNI di Nduga, Bupati Gelar Pertemuan</title>
		<link>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 07:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kksb]]></category>
		<category><![CDATA[nduga]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[tni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=451</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Nduga- Dua warga Kabupaten Nduga terdiri dari ayah dan anak dilaporkan tewas ditembak pada Sabtu (18/7) lalu. Keduanya ditembak oleh aparat keamanan saat melakukan perjalanan dari Distrik Koroptak menuju Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga. Penembakan ini <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/" title="Dua Anggota KKSB Ditembak Anggota TNI di Nduga, Bupati Gelar Pertemuan">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/">Dua Anggota KKSB Ditembak Anggota TNI di Nduga, Bupati Gelar Pertemuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Nduga- Dua warga Kabupaten Nduga terdiri dari ayah dan anak dilaporkan tewas ditembak pada Sabtu (18/7) lalu. Keduanya ditembak oleh aparat keamanan saat melakukan perjalanan dari Distrik Koroptak menuju Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga. Penembakan ini membuat Bupati Kabupaten Nduga yang mewakili keluarga dan masyarakat Kabupaten Nduga menggelar pertemuan dengan perwakilan Satgas Yonif PR 330, perwakilan Kodim dan Polsek Kenyam terkait tertembaknya anggota KKB di wilayah Kabupaten Nduga, Minggu (19/7/2020).</p>
<p>Dalam rilisnya Kapen Kogabwilhan Kolonel Czi Gusti Nyoman mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang kami terima, pertemuan tersebut bertujuan untuk meluruskan berita tidak benar yang sudah beredar dilingkungan masyarakat.</p>
<p>“Dimana sebelumnya telah beredar berita dari Media Online maupun Media Sosial yang menyebutkan bahwa TNI telah menembak dua warga sipil di wilayah Kabupaten Nduga,”ucap Nyoman  Selasa (21/7) siang.</p>
<p>“Tetapi saat pertemuan tersebut berlangsung Dansektor Baliem Kolonel Inf Yusup dan Lettu Inf Azlan selaku Danki-C Satgas Yonif PR 330 yang menjelaskan kronologi kejadian serta menunjukkan barang bukti yang ada, korban yang tertembak tersebut merupakan anggota KSB di wilayah Kabupaten Nduga dan bukan masyarakat sipil  (masyarakat yang tidak bersalah),”tambah Nyoman.</p>
<p>Ia menerangkan, tewasnya dua anggota KKSB tersebut pada Sabtu (18/7) sekira pukul 15.00 Wit. Dimana dilakukan penghadangan oleh Tim Satgas Pamtas Yonif PR 330/TD terhadap 2 orang KKSB kelompok Egianus Kogoya di Kenyam.</p>
<p>Penghadangan tersebut dilakukan dengan menggunakan teropong senjata SPR 1 AW sedang melaksanakan transaksi penyerahan senjata jenis pistol. Kedua anggota KKSB tersebut sempat bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju ke arah Quari atas kampung Genit, kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat.</p>
<p>“Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil pick up menuju Kenyam, tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil pick up”, terangnya.</p>
<p>Tim menurutnya terus melakukan pemantauan terhadap keduanya hingga dilakukan penembakan yang berakhir dengan keduanya meninggal dunia, didapat barang bukti berupa senjata pistol jenis Revolver dengan nomor senjata S 896209 dan barang bukti lainnya.</p>
<p>“Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni pistol jenis Revolver nomor senjata S 896209 satu pucuk, handphone milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan yang lalu, tas dua buah, parang, kampak dan uang tunai Rp 9.520.000, “jelasnya.</p>
<p>Setelah menerima hasil pembuktian dan penjelasan dari perwakilan Satgas Yonif PR 330 mengenai korban penembakan yang merupakan bagian dari kelompok KSB, Bupati Kabupaten Nduga mengatakan bahwa dirinya akan menjelaskan kepada masyarakat bahwa korban tersebut memang benar-benar bagian kelompok KSB.</p>
<p>“Saya selaku Bupati yang mewakili masyaarkat Kabupaten Nduga akan menjelaskan kepada masyarakat maupun keluarga korban bahwa yang tertembak itu merupakan bagian dari KSB dan bukan warga sipil yang tidak bersalah,”ucap Bupati.</p>
<p>Lanjut dia, mewakili masyarakat juga meminta maaf terhadap bapak-bapak TNI yang bertugas di sini, terkait isu dan berita tidak benar yang berkembang dilingkungan masyarakat serta tuduhan bahwa TNI sudah menembak masyarakat yang tidak bersalah,”tambah Bupati.</p>
<p>“Nanti saya akan berbicara dengan masyarakat serta meluruskan berita yang tidak benar agar masyarakat tidak terpancing serta menuduh TNI melakukan penembakan terhadap warga sipil tidak bersalah,”pungkas Bupati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/">Dua Anggota KKSB Ditembak Anggota TNI di Nduga, Bupati Gelar Pertemuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/hukum-kriminal/dua-anggota-kksb-ditembak-anggota-tni-di-nduga-bupati-gelar-pertemuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
