<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penularan Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/penularan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/penularan/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2020 14:04:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>penularan Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/penularan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 14:04:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[penularan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=471</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE,COM,Jakarta &#8211; Penularan virus SARS-CoV-2 belum menunjukkan angka penurunan hingga kini. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 per hari ini, Senin (27/7) mencatat jumlah konfirmasi positif mencapai 100 ribu kasus. Menyikapi masih adanya penularan COVID-19 <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/" title="Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/">Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE</em>,COM,Jakarta &#8211; Penularan virus SARS-CoV-2 belum menunjukkan angka penurunan hingga kini. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 per hari ini, Senin (27/7) mencatat jumlah konfirmasi positif mencapai 100 ribu kasus.</p>
<p>Menyikapi masih adanya penularan COVID-19 di tengah masyarakat, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menugaskan untuk melakukan upaya sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Ini bertujuan untuk menghentikan laju penularan, khususnya diprioritaskan di delapan provinsi. Menurutnya, langkah tersebut dapat terwujud melalui kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas.</p>
<p>“Perlunya perubahan perilaku dengan sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Satgas akan meningkatkan  kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran tokoh-tokoh di daerah. Termasuk tokoh agama, tokoh, masyarakat, termasuk melibatkan juga antropolog, sosiolog dan psikolog,” ujar Doni dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/7).</p>
<p>Doni mengajak untuk melihat sejarah saat wabah flu Spanyol yang terjadi pada periode Maret 1918 – September 1919. Saat itu, berdasarkan catata sejarah wabah flu di Pulau Jawa menjangkiti sekitar 4 juta penduduk.</p>
<p>“Ini peristiwa yang harus kita petik pelajaran dari kasus tersebut, dimana pemerintah Hindia Belanda melakukan terobosan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya, yaitu melalui sosialisasi dengan wayang,” ujarnya.</p>
<p>Pihaknya sedang Menyusun strategi sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif yang arahnya sampai ke tingkat desa. Ini diharapkan kepatuhan masyrakat akan menjadi lebih baik. Di samping itu, tema-tema sosialisasi yang dipilih mudah dipahami masyarakat. Doni mencontohkan tema jaga jarak atau hindari kerumunan. “Untuk ini, pihaknya berharap media massa turut ikut berpartisipasi dalam perubahan perilaku masyarakat,” tambah Doni.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan permintaan Presiden khususnya di delapan provinsi untuk menurunkan angka kasus, mengurangi angka kematian semaksimal mungkin dan meningkatkan angka Kesehatan.</p>
<p>Sejak menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni mengajak unsur pentaheliks untuk turut aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Menurutnya, penanggulangan bencana adalah urusan bersama.</p>
<p>Pentaheliks dalam penanggulangan bencana, menurut Doni, melibatkan unsur pemerintah, pakar atau akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa. Melalui peran yang dimiliki oleh setiap unsur atau heliks, penyelenggaraan penanggulangan bencana akan dapat berlangsung secara optimal.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/">Penularan Covid-19 Belum Menunjukkan Angka Penurunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/penularan-covid-19-belum-menunjukkan-angka-penurunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh, Penularan COVID-19 Masih Tinggi di Indonesia</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2020 12:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penularan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=356</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta – Lebih dari seribu lima ratus penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 hingga hari ini, Minggu (5/7). Ini menunjukkan penularan yang masih tinggi di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, sebagian <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/" title="Waduh, Penularan COVID-19 Masih Tinggi di Indonesia">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/">Waduh, Penularan COVID-19 Masih Tinggi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Jakarta – Lebih dari seribu lima ratus penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 hingga hari ini, Minggu (5/7). Ini menunjukkan penularan yang masih tinggi di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, sebagian dari kasus positif justru tidak menunjukkan gejala yang diindikasikan untuk dirawat di rumah sakit. Ia menekankan bahwa langkah paling tepat menangani kasus ini adalah melaksanakan isolasi secara mandiri dengan ketat.</p>
<p>“Ini menjadi penting karena kalau ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka akan menjadi sumber penularan baru di tengah-tengah masyarakat kita,”ucap Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Minggu (5/7).</p>
<p>Ia berharap untuk menemukan kasus konfirmasi positif dan melakukan isolasi, baik secara mandiri kepada mereka terkonfirmasi dan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit, maupun perawatan di rumah sakit.</p>
<p>“Dengan cara seperti ini, kita akan bisa memutuskan dan mengamankan yang bersangkutan agar tidak menjadi sumber penularan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya,” lanjutnya.</p>
<p>Yurianto meminta semua pihak bekerja keras untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Pemeritah Pusat dan gugus tugas daerah akan melakukan upaya penelusuran dan pelacakan kontak dari kasus positif yang ditemukan.</p>
<p>Sementara itu, di samping mencegah penularan, upaya penyembuhan juga terus diupayakan oleh gugus tugas nasional dan daerah. Kasus sembuh berdasarkan data hari ini (5/7) mencatat 886 kasus sehingga total kasus sembuh berada pada angka 29.105. Diakui Yurianto bahwa angka sembuh secara total berada pada 45,42%. “Jika, kita melihat rata-rata Global, memang masih berada di bawah karena, rata-rata Global hari ini dilaporkan ada 56,71 persen,” ujarnya.</p>
<p>Namun, Yurianto mencatat secara keseluruhan ada 11 provinsi sebenarnya yang sudah memiliki angka kesembuhan di atas 75%. Ini berarti pasien penderita COVID-19 sudah banyak yang menjadi sembuh. Sedangkan kasus meninggal, Gugus Tugas Nasional mencatat  ada 82 kasus per Minggu (5/7) sehingga total angka menjadi 3.171 orang.</p>
<p>“Kalau kita lihat angka kematian secara nasional, langkah kita berada pada angka 5 persen. Ini pun juga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata dunia yang saat ini mencapai 4, 72 persen,” kata Yurianto.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/">Waduh, Penularan COVID-19 Masih Tinggi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/waduh-penularan-covid-19-masih-tinggi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
