<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rektor Arsip - Papua Deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/rektor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/rektor/</link>
	<description>Mengabarkan Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2020 22:35:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>rektor Arsip - Papua Deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/rektor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua Gugus Tugas Nasional Tinjau RS Darurat COVID-19</title>
		<link>https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aswad]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2020 22:35:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[doni monardo]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>
		<category><![CDATA[surabayata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=364</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Surabaya &#8211; Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) Doni Monardo melakukan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah wilayah Indonesia untuk mendorong upaya percepatan penanganan COVID-19 di daerah. Adapun agenda kegiatan kunker yang <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/" title="Ketua Gugus Tugas Nasional Tinjau RS Darurat COVID-19">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/">Ketua Gugus Tugas Nasional Tinjau RS Darurat COVID-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>PAPUADEADLINE.COM</em>,Surabaya &#8211; Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) Doni Monardo melakukan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah wilayah Indonesia untuk mendorong upaya percepatan penanganan COVID-19 di daerah.</p>
<p>Adapun agenda kegiatan kunker yang pertama adalah peninjauan kesiapan Rumah Sakit (RS) Darurat COVID-19 Hotel Grand Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/7/2020).</p>
<p>Doni Monardo berangkat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Komisi VIII dan IX DPR RI, beserta rombongan lainnya, dari Lanud Halim Perdana Kusuma di Jakarta pada ‪pukul 14.00‬ WIB dan mendarat di Lanudal Juanda, Surabaya pada ‪pukul 15.‬10 WIB.</p>
<p>Setelah mendarat, Ketua Gugus Tugas Nasional beserta rombongan langsung bergerak menuju ke Hotel Grand Surabaya yang terletak di ‪jalan Pemuda Nomor 21‬, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya dan disambut oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.</p>
<p>Sebelum memasuki hotel, Ketua Gugus Tugas Nasional, Menko PMK dan Menkes melewati proses pemeriksaan suhu tubuhnya terlebih dahulu oleh petugas menggunakan thermo gun, sebagai bagian dari protokol kesehatan.</p>
<p>Dari lobby, Ketua Gugus Tugas Nasional bersama Menko PMK dan Menkes melihat kondisi ruangan kamar hotel yang berada di lantai 3.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK memastikan bahwa fasilitas hotel telah memadai untuk penanganan pasien COVID-19 dan tempat penampungan sementara bagi para tenaga kesehatan.</p>
<p>Bersama Ketua Gugus Tugas dan Menkes, Menko PMK Muhadjir Effendy juga menanyakan perihal kualitas tempat tidur dan sarana lainnya kepada petugas. “Ini (tempat tidur) masih bagus ya,” kata Menko Muhadjir.</p>
<p>Sebagai informasi, Hotel Grand Surabaya dialih fungsikan menjadi RS Darurat Khusus penanganan COVID-19 oleh Pemprov Jawa Timur, sebagai tempat untuk menangani para pasien yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 dan juga tempat istirahat bagi para tenaga medis.</p>
<p>Adapun RS Darurat Hotel Grand Surabaya tersebut sekaligus melengkapi RS Lapangan Indrapura sebagai sarana dan prasarana penanganan COVID-19, yang sebelumnya diresmikan Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo pada 3 Juni 2020.</p>
<p>Upaya Pemprov untuk menjadikan Hotel Grand Surabaya menjadi RS Darurat COVID-19 sebagaimana yang telah diputuskan dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo sebelumnya pada (24/6).</p>
<p>Dalam arahan presiden, penanganan COVID-19 tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Dalam hal ini setiap wilayah di Provinsi Jawa Timur harus bersinergi dan mengambil kebijakan dengan merujuk pada sains dan menggandeng para pakar dan ahli keilmuan yang terkait.</p>
<p>Selain itu, Presiden juga meminta agar Kota Surabaya dapat mensinergikan RS Rujukan dan RS Darurat, sehingga tidak terjadi penumpukan dan dapat meringankan beban tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19.</p>
<p><strong>Rapat Virtual Bersama 58 Rektor</strong></p>
<p>Usai meninjau RS Darurat Hotel Grand Surabaya, Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beserta rombongan menuju Gedung Grahadi untuk melaksanakan rapat koordinasi bersama para rektor universitas di Jawa Timur melalui virtual.</p>
<p>Sesampainya di lobby gedung Grahadi, rombongan disambut oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, beserta jajaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Menko PMK meminta agar universitas sebagai salah satu komponen ‘pentaheliks’ dalam penanggulangan bencana, dapat mendukung penanganan COVID-19 melalui inovasi-inovasi sains dan akademik serta peranan dalam menyampaikan informasi dan komunikasi kepada masyarakat.</p>
<p>“Saya minta peran serta universitas, baik negeri maupun swasta untuk bersama-sama menanggulangi COVID-19, sebagaimana akademisi merupakan bagian dari komponen ‘pentaheliks’, dalam penanggulangan bencana, sesuai yang dimarwahkan oleh Ketua Gugus Tugas sekaligus Kepala BNPB, Pak Doni Monardo,” kata Menko Muhadjir.</p>
<p>Di samping itu, Menko Muhadjir Effendy juga mengingatkan bahwa pemerintah saat ini telah menuju upaya dalam rangka membangkitkan gairah ekonomi akibat pandemi.“Kita sedang berupaya bangun dari hibernasi ekonomi akibat pandemi,” ujar Menko Muhadjir.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menkes Terawan Agus Putranto menilai bahwa pengembangan teknologi dari hasil riset dan inovasi akademisi sangat bagus dan dibutuhkan.</p>
<p>Di sisi lain, Menkes Terawan juga meminta agar dalam implementasinya, seluruh pasien dan spesimen tetap diawasi dan dijaga. Selain itu para tenaga medis dan tenaga laboratorium juga harus mendapatkan pelatihan sebelum terjun dalam penanganan COVID-19. “Uji kepada pasien secara klinis dan harus diawasi,” ujar Menkes Terawan.</p>
<p>Di samping itu, Menkes Terawan juga mengingatkan agar penyiapan ruangan laboratorium harus betul-betul memenuhi syarat. “Jangan sampai laboratorium menjadi episentrum baru,” imbuh Terawan.</p>
<p>Melengkapi dari arahan Menko PMK dan Menkes, Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo menambahkan agar peran universitas melalui mahasiswanya dapat membantu untuk menggerakkan masyarakat untuk perubahan perilaku sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan. “Pendekatan kemanusiaan dari peran akademisi dan komunitas penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat,” kata Doni.</p>
<p>Dalam hal ini, Doni memberikan gambaran solusi perubahan perilaku dengan peran mahasiswa dapat dilakukan melalui sejumlah aktivitas seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah wilayah di Jawa Timur secara khusus dan seluruh Indonesia pada umumnya.</p>
<p>Menurut Doni, kegiatan KKN dapat menjadi upaya inivatif, efisien dan lebih tepat sasaran dalam rangka mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat untuk menghadapi pandemi COVID-19.</p>
<p>“KKN Tematik dapat mengajak masyarakat mengubah perilaku sesuai protokol kesehatan ditambah menjaga imunitas dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat,” jelas Doni.</p>
<p>Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Surabaya, Ketua Gugus Tugas Nasional, Menko PMK, Menkes dan rombogan segera bergegas kembali ke Lanudal Juanda untuk kemudian bertolak ke Ambon, Maluku, guna melakukan Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Bupati/Wali Kota se Provinsi Maluku dan Maluku Utara esok hari.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/">Ketua Gugus Tugas Nasional Tinjau RS Darurat COVID-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/kesehatan/ketua-gugus-tugas-nasional-tinjau-rs-darurat-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2020 11:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=331</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Empat arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/" title="4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/">4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. <span id="more-193732"></span>Empat arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Presiden mengajak FRI jangan hanya menjadi forum komunikasi, namun harus dikemas menjadi forum saling peduli, forum saling berbagi, yaitu yang mampu membantu yang tidak mampu dan yang punya membantu yang tidak punya</p>
<p>“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring, untuk maju bersama, memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Presiden mengajak para rektor dan FRI untuk memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja. Kepala Negara menegaskan agar mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen tetapi  juga pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, praktisi hukum, dan para pelaku lapangan lainnya.</p>
<p>“Agar mahasiswa bisa menangkap perubahan yang dinamis, perubahan dunia yang dinamis, yang dipicu oleh disrupsi dan hiperkompetisi yang terjadi sekarang ini,” ujar Presiden.</p>
<p>Di era disrupsi dan hiperkompetisi sekarang, Presiden menjelaskan bahwa dunia berubah sangat cepat, banyak hal yang belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan.</p>
<p>“Banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tetapi harus melalui mengalami pengalaman nyata. Itulah pentingnya memerdekakan mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja,” tuturnya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Presiden mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk kerja sama dengan kawasan industri terdekat. Jika ada kawasan industri terdekat, Presiden tegaskan untuk mengajak segera bekerja sama, buka fakultas atau departemen atau program studi di kawasan industri yang karakter keilmuannya dekat dengan jenis industri di kawasan tersebut.</p>
<p>“Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa tetapi perguruan tinggi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk <em>research and development</em> di dunia industri, dan sekaligus untuk pengembangan ilmu murni,” katanya.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> Presiden sampaikan pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan mental, membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, serta memegang teguh Pancasila.</p>
<p>Suasana kampus, menurut Presiden, harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan antikorupsi, serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi. “Bapak-Ibu adalah orang tua mereka yang bertanggung jawab terhadap masa depan mereka dan sekaligus masa depan Indonesia,” jelas Presiden.</p>
<p>Semua itu, menurut Presiden, harus dilakukan dengan cepat dan sangat segera. Ia mengajak untuk memanfaatkan puncak bonus demografi sekarang ini untuk mencetak generasi muda yang unggul dan membangun Indonesia maju.</p>
<p>“Satu abad Republik Indonesia sudah dekat di 2045 nanti, tinggal 25 tahun lagi,” jelasnya. Untuk itu, Presiden mengajak untuk mencetak sejarah dan membuktikan bahwa Indonesia tidak akan terjebak pada <em>middle income trap.</em></p>
<p>Kepala Negara menegaskan kembali ajakan untuk membuktikan bahwa di tahun 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Dengan mengucap <em>bismillahirrahmanirrahim </em>Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2020 saya nyatakan dibuka,” pungkas Presiden di akhir arahan</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/">4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/4-arahan-presiden-kepada-forum-rektor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden: Pandemi Covid-19 Berikan Pelajaran Berharga</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2020 09:33:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>
		<category><![CDATA[virtual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://papuadeadline.com/?p=322</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga dan memaksa untuk mengembangkan cara-cara baru, membangun norma-norma baru, membangun standar kebaikan dan kepantasan yang baru. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/" title="Presiden: Pandemi Covid-19 Berikan Pelajaran Berharga">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/">Presiden: Pandemi Covid-19 Berikan Pelajaran Berharga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAPUADEADLINE.COM,Jakarta &#8211; Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga dan memaksa untuk mengembangkan cara-cara baru, membangun norma-norma baru, membangun standar kebaikan dan kepantasan yang baru.<span id="more-193729"></span></p>
<p>Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa kesempatan yang dimiliki sangat sempit sehingga tidak bisa hanya dilakukan dengan rutinitas saja maupun cara biasa-biasa saja, apalagi hanya disibukkan dengan administrasi saja.</p>
<p>“Kita harus berubah, kita harus mengembangkan cara-cara baru, mengembangkan strategi baru yang <em>smart shortcut</em>, yang <em>out of the box</em>,” ujar Presiden seperti dikutip dari setkab.go.id,</p>
<p>Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan telah memahami bahwa permasalahan pendidikan tinggi sangatlah kompleks. “Saya paham ada ribuan anggota Forum Rektor Indonesia (FRI) dengan kemampuan yang bervariasi,” imbuh Presiden.</p>
<p>Kepala Negara juga memahami bahwa ada yang sudah berkompetisi di kelas dunia tetapi ada yang masih berjuang dengan kekurangan dosen, perpustakaannya tidak layak, dan ruang kelasnya tidak memadai. “Justru karena itulah kita harus mengembangkan cara-cara yang luar biasa,” kata Presiden.</p>
<p>Kuliah daring yang selama ini sangat lamban dijalankan, menurut Presiden, sekarang sangat-sangat berkembang.</p>
<p>“Kuliah daring telah menjadi <em>new normal</em> dan bahkan menjadi <em>next normal</em>. Dan saya yakin akan tumbuh normalitas-normalitas baru yang lebih inovatif dan lebih produktif,” tandas Presiden.</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/">Presiden: Pandemi Covid-19 Berikan Pelajaran Berharga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">Papua Deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/presiden-pandemi-covid-19-berikan-pelajaran-berharga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
