<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Salib Arsip - papua deadline</title>
	<atom:link href="https://papuadeadline.com/tag/salib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://papuadeadline.com/tag/salib/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 23:27:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.5</generator>

<image>
	<url>https://papuadeadline.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-WhatsApp-Image-2020-07-01-at-23.14.32-32x32.jpeg</url>
	<title>Salib Arsip - papua deadline</title>
	<link>https://papuadeadline.com/tag/salib/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8220;Sasi Adat Ditegakkan! Warga Warbon Tolak Bandar Antariksa: &#8216;Tanah Ini Berhukum Adat, Jangan Sentuh Tanpa Izin Kami&#039;&#8221;</title>
		<link>https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/</link>
					<comments>https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ridwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 23:27:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[biak]]></category>
		<category><![CDATA[merah]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[Salib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://papuadeadline.com/?p=10004</guid>

					<description><![CDATA[<p>BIAK NUMFOR,papuadeadline.com – Masyarakat Adat Warbon bersama Dewan Adat Byak Kainkain Karkara Biak secara resmi melakukan penancapan &#8220;Salib Merah&#8221; di wilayah Kampung Warbon, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, pada Jumat (5/6/2026). Aksi simbolis ini <a class="mh-excerpt-more" href="https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/" title="&#8220;Sasi Adat Ditegakkan! Warga Warbon Tolak Bandar Antariksa: &#8216;Tanah Ini Berhukum Adat, Jangan Sentuh Tanpa Izin Kami&#039;&#8221;">[...]</a></p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/">&#8220;Sasi Adat Ditegakkan! Warga Warbon Tolak Bandar Antariksa: &#8216;Tanah Ini Berhukum Adat, Jangan Sentuh Tanpa Izin Kami&#039;&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">papua deadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BIAK NUMFOR,papuadeadline.com – Masyarakat Adat Warbon bersama Dewan Adat Byak Kainkain Karkara Biak secara resmi melakukan penancapan &#8220;Salib Merah&#8221; di wilayah Kampung Warbon, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, pada Jumat (5/6/2026). Aksi simbolis ini merupakan bentuk penegasan Sasi Adat atau larangan adat atas tanah ulayat mereka.</p>
<p>Penancapan Salib Merah ini dilakukan sebagai respons tegas terhadap rencana pembangunan bandar antariksa (spaceport) yang dikabarkan akan dibangun di wilayah tersebut. Melalui ritual adat ini, masyarakat Warbon menyatakan penolakan keras terhadap proyek tersebut tanpa persetujuan penuh dari pemilik hak ulayat.</p>
<p>Dalam keterangannya, masyarakat adat menegaskan bahwa tanah, hutan, pesisir, dan seluruh ruang hidup di Kampung Warbon bukanlah tanah kosong (no man’s land) atau wilayah tak bertuan. Sebaliknya, wilayah ini adalah warisan leluhur yang sarat dengan nilai sejarah, budaya, sosial, ekonomi, dan spiritual yang telah dijaga secara turun-temurun.</p>
<p>&#8220;Dengan penancapan Salib Merah ini, kami menegaskan bahwa Tanah Adat Warbon berada dalam perlindungan hukum adat. Tanah ini tidak dapat dipergunakan, diukur, apalagi dialihkan untuk kepentingan apa pun termasuk proyek negara tanpa persetujuan mutlak dari masyarakat adat sebagai pemilik sah,&#8221; demikian inti dari pernyataan sikap mereka.</p>
<p>Aksi ini menjadi peringatan bagi semua pihak, termasuk investor dan pemerintah, untuk menghormati kedaulatan adat dan menghentikan segala bentuk klaim sepihak atas wilayah Warbon.*</p>
<p>Artikel <a href="https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/">&#8220;Sasi Adat Ditegakkan! Warga Warbon Tolak Bandar Antariksa: &#8216;Tanah Ini Berhukum Adat, Jangan Sentuh Tanpa Izin Kami&#039;&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://papuadeadline.com">papua deadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://papuadeadline.com/nasional/sasi-adat-ditegakkan-warga-warbon-tolak-bandar-antariksa-tanah-ini-berhukum-adat-jangan-sentuh-tanpa-izin-kami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
