JAYAPURA,papuadeadline.com – Tepat tiga bulan masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF AR) ,Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak langsung kepada kebutuhan masyarakat.
Salah satu program strategis yang menjadi perhatian publik adalah pelaksanaan Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Hal ini disampaikan Plt Kadis Perhubungan Provinsi Papua Mathius H Wally kepada Media ini pada Kamis ( 08/01/2026).
Menurutnya, Program Mudik Gratis Nataru ini dirancang untuk membantu masyarakat Papua agar dapat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di kampung halaman masing-masing, tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
“Selain menjadi bentuk pelayanan sosial, program ini juga merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis seperti Papua” ujar Plt Kadis Perhubungan.
Diterangkannya, berdasarkan data pelaksanaan hingga 8 Januari 2026, program ini berhasil memfasilitasi perjalanan masyarakat melalui moda transportasi darat dan laut dengan total 11.732 penumpang.
“Pada moda transportasi darat, tercatat sebanyak 2.862 penumpang, yang merupakan akumulasi dari 888 penumpang pada tahap awal dan tambahan 1.974 penumpang pada tahap berikutnya. Sementara itu, moda transportasi laut menjadi pilihan utama masyarakat dengan jumlah penumpang mencapai 8.870 orang, terdiri dari 7.870 penumpang serta tambahan 1.000 penumpang pada tahap lanjutan.”terangnya.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang terjangkau, aman, dan terjadwal dengan baik.
Keberhasilan penyelenggaraan Mudik Gratis Nataru ini tidak hanya berdampak pada kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan efek sosial yang signifikan, seperti mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan rasa aman dalam perjalanan, serta mendorong kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dalam konteks tiga bulan awal kepemimpinan, program ini dinilai sebagai role model peningkatan konektivitas wilayah di Papua. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci utama keberhasilan, sekaligus memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan tepat sasaran.
Dengan program Mudik Gratis Nataru Pemerintah Provinsi Papua berharap dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada momentum-momentum strategis lainnya.
“Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana transportasi akan menjadi perhatian serius agar manfaat program semakin optimal, berkelanjutan, dan menjangkau masyarakat secara lebih merata, khususnya bagi warga di wilayah terpencil dan pesisir.”pungkasnya.
Melalui langkah-langkah nyata ini, kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan berbasis pelayanan publik, memperluas akses transportasi, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

Be the first to comment