Pemprov Papua: KAD Jadi Pintu Kolaborasi Pelaku Usaha Lokal

Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen (ketiga dari kanan) bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman (Keempat dari kanan) saat melepas truk pengangkat beras KAD menuju ke Wamena, Papua Pegunungan bertempat Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Kamis (13/11). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

JAYAPURA,papuadeadline.com –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebutkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) merupakan pintu kolaborasi bagi pelaku usaha lokal karena ini mempermudah distribusi, memperluas pasar, serta memperkuat ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen di Jayapura, Kamis, mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya KAD di mana ini peluang bisnis yang berkelanjutan.

“Seperti saat ini dimana kami telah melakukan pelepasan 24 ton beras dari Jayapura menuju Wamena,” katanya usai melepas truk pengangkut beras bertempat halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis.

Menurut Aryoko, oleh sebab itu pihaknya mengajak seluruh pimpinan OPD serta instansi terkait lainnya agar bersama-sama melakukan KAD.

“KAD ini terwujud karena hasil kolaborasi kami dengan Bank Indonesia serta tentunya para pelaku usaha di Jayapura sehingga ini menjadi komitmen Pemprov Papua untuk mendukung ketersediaan pasokan beras khususnya premium dan medium,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman mengatakan beras sebesar 24 ton akan dikirimkan secara dua tahap, yaitu November dan awal Desember sehingga ini menjadi jawaban dalam solusi yang ada di daerah lainnya.

“Apalagi akan terjadi peningkatan kebutuhan beras karena menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026,” katanya.

Menurut Faturachman, pihaknya berharap dengan KAD yang berlangsung maka dapat meredam inflasi beras di Wamena, sehingga inflasi Papua Pegunungan di akhir tahun dapat mencapai sasaran Nasional yaitu 2,5 plus minus satu persen.

“Dengan pelepasan kendaraan tersebut melambangkan komitmen bersama antara Provinsi Papua dan Papua Pegunungan untuk saling bersinergi dalam pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia Provinsi Papua telah menggelar Gerakan Nasional Pengendali Inflasi Pangan di mana pada kegiatan tersebut berbagai rangkaian kegiatan yaitu talk show bersama petani milenial, pasar murah, penyerahan sertifikat halal, pemberian bantuan kepada Kabupaten dan Kota Jayapura serta Keerom serta pelepasan KAD yang bertempat halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Kamis (13/11) .

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*