JAYAPURA – Memperingati hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember tiap tahunnya, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, Pdt Matius Adadikam berharap pemerintah punya Handil bagi hak setiap warga negara.
Hal itu diutarakannya ketika diwawancarai di Jayapura, melalui telepon selulernya, Selasa (9/12) pagi.
Kata Pdt Adadikam, setiap orang memiliki kebebasan yang sama tanpa memandang ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, opini politik atau lainnya, asal kebangsaan atau sosial, properti, kelahiran, atau status lainnya.
Menurutnya peringatan hari Hak Asasi Manusia 2025 secara global mengangkat tema Human Rights, Our Everyday Essentials (Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari).
“Tema tahun ini menyoroti bagaimana hak asasi manusia yang mendasar, seperti hak untuk hidup, makanan, air, dan pendidikan, adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari, bahkan jika tidak selalu terlihat. Kampanye ini berfokus untuk mendorong seluruh masyarakat untuk membagikan pengalaman pribadi, tentang bagaimana hak asasi manusia terwujud dalam kehidupan sehari-hari,” ucap aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka di Papua.
Di momentum ini, Pdt Adadikam berharap pemerintah betul-betul bekerja untuk memenuhi setiap hak warga negara tanpa terkecuali.
“Negar wajib memastikan dengan jelas bahwa hak-hak dari masyarakat dalam berbagai aspek itu harus mendapatkan perhatian,” tegasnya.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka di Papua juga berharap Negara harus komitmen untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pelanggan ham berat di masa lalu yang terus menjadi mimpi buruk.
“Catatan penting, negara harus selesai segala persoalan tentang pelanggaran HAM berat masa lalu jangan biarkan ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang pasti,” tegasnya.
Iya juga berharap, memasuki bulan penuh damai ini, setiap seluruh lapisan masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada tali persaudaraan yang erat sesama anak bangsa tanpa harus ada pertikaian.
“Mari kita rayakan bulan Desember sebagai bulan penuh suka cita dan damai, tanpa kekerasan, mari kita jaga selogan Papua sebagai tanah damai dan miniatur Indonesia,” tegasnya. (*)

Be the first to comment