JAYAPURA,papuadeadline.com – Langit Jayapura masih diselimuti kegelapan ketika Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, melangkah masuk ke area pengungsian di belakang Stadion Mandala, Selasa (1/9/2026) dini hari. Bukan kunjungan resmi biasa, melainkan sebuah kehadiran penuh prihatin di tengah duka mendalam yang menimpa ribuan warga Dok V, Distrik Jayapura Utara.
Di bawah tenda-tenda darurat yang didirikan hastily oleh Pemerintah Provinsi Papua, Gubernur Fakhiri melihat langsung wajah-wajah lelah dan mata sembab para korban kebakaran hebat yang terjadi sehari sebelumnya. Asap mungkin sudah mulai menipis, namun luka kehilangan rumah dan harta benda masih terasa sangat segar di udara malam yang dingin itu.
Melalui Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Gubernur menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.
“Penanganan pascakebakaran tidak hanya soal membersihkan puing-puing abu. Ini tentang manusia. Ini tentang memastikan kebutuhan dasar mereka—mulai dari tempat berteduh, makanan, hingga ketenangan hatiterpenuhi di saat mereka paling rentan,” ujar Aryoko mewakili Gubernur.
Kehadiran orang nomor satu di Papua ini menjadi simbol bahwa negara tidak tinggal diam. Aryoko menegaskan bahwa pendataan akurat adalah kunci utama bantuan.
“Data adalah nyawa dari bantuan yang tepat sasaran. Kita harus tahu siapa saja yang kehilangan apa, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dalam proses pemulihan ini,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua berjanji akan berkoordinasi erat dengan Pemkot Jayapura dan instansi terkait untuk mempercepat proses rehabilitasi. Namun, di atas semua prosedur birokrasi, pesan moral yang disampaikan sederhana namun kuat: tetaplah kuat.
“Kami hadir di sini bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai saudara sebangsa. Kami akan terus mendampingi kalian hingga kehidupan kembali normal,” tambah Aryoko.
Hingga berita ini diturunkan, angka korban terus merangkak naik. Data terbaru menyebutkan sebanyak 560 kepala keluarga atau sekitar 3.200 jiwa kini hidup di pengungsian, menunggu kepastian nasib di atas tanah yang kemarin masih menjadi rumah mereka.
Sementara penyebab kobaran api yang melahap ratusan bangunan dalam hitungan jam masih menjadi misteri yang sedang diselidiki kepolisian, duka warga Dok V tetap menjadi catatan kelam bagi Kota Jayapura di awal September 2026 ini.*

Be the first to comment