Aliansi SETARA Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Tanah Papua

JAYAPURA,papuadeadline.com – Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA) menyatakan situasi di Tanah Papua semakin kritis akibat masifnya ekspansi investasi, militerisasi, dan proyek-proyek strategis nasional yang dinilai merampas tanah adat serta meminggirkan masyarakat asli Papua.

Dalam pernyataan resminya yang dikeluarkan pada Kamis (29/5/2025), ditandatangani oleh Ketua dan Penanggung Jawab SETARA Stenli Dambujay dan Kordinator Lapangan Lovivi menyebut film dokumenter “Pesta Babi” sebagai bukti nyata praktik kolonialisme modern di Papua.

Menurut mereka, pembangunan yang digalakkan pemerintah justru menghancurkan hutan, ruang hidup, dan identitas sosial-budaya masyarakat Papua.

“Hutan bagi rakyat Papua bukan sekadar komoditas ekonomi. Hutan adalah mama kehidupan, ruang spiritual, dan sumber identitas budaya,” tegas pernyataan tersebut.

SETARA menilai persoalan di Papua bukan sekadar kegagalan pembangunan, melainkan masalah politik kolonisasi, pendudukan, dan eksploitasi sumber daya alam yang bersifat sistemik.

Aliansi ini menyerukan konsolidasi gerakan rakyat Papua yang lebih kuat serta mendukung Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS) sebagai solusi demokratis.

Berikut poin-poin utama tuntutan SETARA:Menolak semua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan seluruh Papua yang merampas tanah adat.

Menutup operasi Freeport, BP, LNG Tangguh, dan perusahaan tambang raksasa lainnya.

Mencabut Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai gagal.

Menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), program transmigrasi, dan Koperasi Merah Putih.

Menarik seluruh pasukan TNI dan Polri (organik maupun non-organik) dari Papua serta menghentikan operasi militer.

Menolak pembangunan Kodam, Polda baru, Bandara Antariksa Biak, dan proyek militer lainnya.

Membebaskan semua tahanan politik Papua tanpa syarat.

Membuka akses penuh bagi jurnalis internasional dan investigator HAM PBB.

Menghentikan kekerasan, intimidasi, kriminalisasi aktivis, serta impunitas pelanggaran HAM.

SETARA juga mengajak rakyat Indonesia dan solidaritas internasional untuk mendukung perjuangan Papua. “Solidaritas sejati berarti mendukung hak rakyat Papua untuk menentukan masa depannya sendiri secara bebas, demokratis, dan bermartabat,” bunyi pernyataan tersebut.

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*