JAYAPURA,papuadeadline.com – Terduga pelaku yang memviralkan ketua DPR Papua Denny Bonai atas dugaan penggunaan dana Rp 44 Miliar akhirnya mengaku salah. Hal itu diutarakan terduga pelaku dihadapan Denny Bonai, Senin (2/3/2026) malam.
Menurut Denny, meski yang memviralkan telah meminta maaf, namun proses hukum tetap berjalan sebagai efek jerak.
“Saya sudah laporkan, dan biarlah proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur yang ada,” ujar Denny.
Dirinya pun cukup terkejut perihal nama-nama yang berada dibelakangnya terduga pelaku.
“Saya sudah tau semuanya dan saya cukup tau saja, biar proses hukum yang berbicara,” terangnya.
Diduga Ada “Barisan Sakit Hati”
Bonai secara tegas menyebut adanya kelompok yang ia istilahkan sebagai “barisan sakit hati”. Ia menduga kelompok ini memiliki kepentingan tertentu dan berupaya menjatuhkan kredibilitas pimpinan DPR Papua melalui penyebaran informasi yang belum tentu akurat.
“Kalau mau kritik, silakan. Tapi jangan menyebarkan informasi yang dipelintir. Kami menduga ada barisan sakit hati yang sengaja membangun narasi liar,” tegasnya.
Menurutnya, isu tersebut sengaja digiring untuk membentuk opini publik seolah-olah telah terjadi penyimpangan besar terkait dana Rp. 44 miliar. Padahal, kata dia, persoalan tersebut memiliki konteks administratif dan anggaran yang berbeda dari narasi yang beredar.Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, transparansi dan klarifikasi akan disampaikan secara resmi melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami tidak anti kritik. Tapi semua harus berdasarkan fakta, bukan asumsi atau kepentingan tertentu,” pungkasnya.
Sebelumnya Ketua DPR Papua Denny Bonai dituding menggunakan dana cadangan sebesar Rp 44 Miliar tidak sesuai dengan peruntukannya hingga viral di media sosial. *

Be the first to comment